Selama Bumi Masih Ada Selalu Terjadi Musim Tabur Tuai 

Selama Bumi Masih Ada Selalu Terjadi Musim Tabur Tuai

Oleh Jeremy Huang Wijaya

 

Ada sebuah pepatah berkata

只要大地存在,播种和收获、寒冷和炎热、干旱和雨水、白天和黑夜就永远不会停止。

Zhǐyào dàdì cúnzài, bōzhòng hé shōuhuò, hánlěng hé yánrè, gānhàn hé yǔshuǐ, báitiān hé hēiyè jiù yǒngyuǎn bù huì tíngzhǐ. Artinya Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

 

Pepatah kuno itu mengingat kan kita bahwa ada siklus hidup yang tidak dapat dihindarkan

Yaitu ada musim menabur dan menuai, ada musim dingin dan panas, kemarau dan hujan. Siang dan Malam.

Takdir kehidupan tersebut tidak dapat dihindarkan.

Dalam kehidupan ada sebab akibat, dari perbuatan kehidupan kita.

Ternyata gempa juga ada siklus yang terjadi dalam periode tertentu jika kita membaca sejarah gempa.

Kong Hu Cu berkata jika kita tidak mengharapkan peristiwa yang tidak menyenangkan dalam hidup kita, jangan kamu kerjakan hal tersebut.

Sama seperti ketika kita di ruang kosong yang tertutup, apa yang kita gunakan akan kembali kepada kita.

Bencana Alam yang terjadi saat ini adalah akibat kesalahan manusia. Keserakahan dan kerakusan mengakibatkan bencana dalam kehidupan.

Alam selalu ada siklus berapa tahun sekali ada cuaca ekstrem, ada peristiwa alam yang berulang, oleh sebab itu harus menjaga kelestarian alam supaya ketika terjadi cuaca ekstrem tidak mengakibatkan korban bencana.

Joyoboyo berkata manusia harus pandai dapat membaca tanda-tanda alam sebelum bencana itu terjadi.

Dalam musim tanam juga harus dapat membaca cuaca iklim kehidupan.

Dalam perayaan hari besar warga Tionghoa

Awal tahun dirayakan dengan hari raya musim semi Tahun Baru Imlek.

Diakhir tahun dirayakan perayaan Dong Zhi atau perayaan Onde menyambut musim dingin.

Ada juga perayaan Tiong Cu Pia yaitu perayaan kue bulan menyambut musim panen jadi setiap musim warga Tionghoa merayakan nya

Comment