Fenomena Pasar Ngasem Jogjakarta Tetap Ramai Meskipun Dolar Diatas 16800
Oleh Jeremy Huang Wijaya
利用现代科技进步使生活更轻松,并促进经济发展。
Lìyòng xiàndài kējì jìnbù shǐ shēnghuó gèng qīngsōng, bìng cùjìn jīngjì fāzhǎn artinya gunakan kemajuan teknologi modern untuk memudahkan kehidupan dan membangkitkan perekonomian
Sejak tanggal 15-18 Januari 2026 Penulis bersama Istri dan Eni pergi Ke Kota Jogjakarta.
Libur Long Weekend sejak tanggal 16 Januari 2026 dimanfaatkan warga untuk berwisata.
Penulis terkejut di Jogjakarta banyak Wisatawan yang datang berwisata.
Berbagai macam tempat wisata dipenuhi wisatawan domestik.
Padahal dalam seminggu ini satu dollar 16800 rupiah.
Tetapi ternyata tinggi nya Dollar tidak mempengaruhi tempat wisata,
Jalan Prawirotaman dipenuhi wisatawan domestik. Coffe dan tempat nongkrong dipenuhi wisatawan domestik dan luar negeri.
Tanggal 17 Januari 2026 bersama istri pergi wisata Kuliner ke Pasar Ngasem Jogjakarta. Ternyata Pasar Ngasem dipenuhi Wisatawan Domestik dari berbagai daerah.
Disana menjual jajanan pasar khas Jogjakarta, dan ada juga kuliner khas Cirebon yaitu Empal Gentong di Pasar Ngasem Jogjakarta, ada jadah tempe, wingko, pecel, gorengan daun melinjo, bakpia basah, carabikang, es cendol durian nangka, geplak, minuman sereh jahe, kue lapis, kue kue, mochi. Dan Juga menjual jenang
Di Pasar Ngasem juga menjual pakaian batik, daster batik, dan tas batik.
Pasar Ngasem merupakan salah satu pasar tertua di Yogyakarta. Berdiri tahun 1809, dahulu pasar ini dikenal sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli burung.
Pasar Ngasem kembali jadi Viral di Sosial Media sejak 3 tahun lalu.Pasar Ngasem Viral di Tik tok, Instagram dan Facebook.
Pasar Ngasem Jogjakarta sesak penuh oleh pengunjung dari berbagai daerah di Nusantara.
Dari Keramaian Pasar Ngasem kita belajar ternyata dunia digital berpengaruh pada perekonomian.
Karena Viral di Medsos seperti Tiktok, Instagram, dan Facebook dapat membangkitkan dan menghidupkan perekonomian.
Tenaga influencer yaitu Youtuber, Tiktoker dibutuhkan untuk memperkenalkan dan memviralkan suatu produk makanan dan tempat usaha.







Comment