Karawang.Swara Jabbar News Com.-Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Deli Indonesia Office Technology tentang Kerja Sama Percepatan Pelaksanaan Pembangunan di Jawa Barat.
MoU ditandangani Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di SMKN 1 Karawang, Rabu (28/1/2026). Di tempat yang sama juga dilaksanakan MoU dengan PT. CBL Solusi Logistik tentang Pengembangan Inland Waterways Cikarang Bekasi Laut di Jawa Barat.
Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, melaksanakan MoU langsung di hadapan para siswa, sekaligus menginformasikan rencana perekrutan pegawai dari dua perusahaan tersebut.
Ia pun mendorong perusahaan mengutamakan masyarakat sekitar untuk direkrut sebagai pekerja.
“Setiap kali ada perusahaan baru di Jabar, maka perekrutan tenaga kerja diutamakan warga sekitar,” ujarnya.
Siswa juga dapat mengikuti praktik kerja di perusahaan selama tiga bulan. Setelah praktik kerja selesai, siswa yang sudah lulus sekolah akan langsung direkrut tanpa mengikuti seleksi.
Selain itu, KDM menawarkan kursus singkat bahasa Mandarin dan Inggris kepada 40 orang siswa SMKN 1 Karawang yang berminat. Pelatihan akan dilaksanakan selama enam bulan dan dibiayai Pemda Provinsi Jabar.
“20 orang bahasa Mandarin, 20 orang bahasa Inggris. Ini kan investor dari China butuh penerjemah. Enam bulan bisa mahir bahasa Mandarin dan Inggris,” tambahnya.
KDM mengingatkan perusahaan untuk patuh pada aturan pengupahan. Kabupaten Karawang memiliki Upah Minimum Kabupaten (UMK) tertinggi di Jawa Barat, yakni Rp5,88 juta.
Investasi 150 juta dolar AS
PT. Deli Indonesia Office Technology mulai Maret tahun ini akan membangun pabrik peralatan perkantoran seperti mesin absensi, mesin penghancur kertas dan Alat Tulis Kantor (ATK).
Presiden Direktur PT Deli Indonesia Mr. Huang Le mengatakan, proyek tersebut akan rampung pada 2027 dengan nilai investasi sekitar 150 juta dolar AS.
Perusahaan sejak dini mulai melalukan persiapan perekrutan agar sumber daya manusia yang dibutuhkan sesuai kebutuhan perusahaan.
“Jika nanti beroperasi akan membutuhkan sebanyak 3.000 orang tenaga kerja,” jelasnya.
Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang H. Rosli menyambut baik rencana gubernur untuk menghubungkan pihak perusahaan dengan pihak sekolah, terutama dalam kegiatan magang kerja dan perekrutan lulusannya.
“Siswa kelas 3 akan selesai pada Mei nanti, jadi mulai sekarang disiapkan minat anak-anaknya melalui magang. Termasuk dibuka kesempatan bagi alumni yang masih mencari pekerjaan,” ujarnya.
Salah satu siswa Adam Gumelar senang dengan upaya yang dilakukan Pemda Provinsi Jabar karena membuatnya yakin dan memiliki tujuan pekerjaan yang jelas saat lulus nanti.
Sementara itu, MoU dengan PT. CBL Solusi Logistik tentang Pengembangan Inland Waterways Cikarang Bekasi Laut di Jawa Barat dapat menjadi solusi alternatif transportasi lewat jalur laut yang bebas macet.
“Kanal laut akan dibangun sebagai alternatif jalur transportasi baru di Jabar. Dari Babelan ke Tanjung Priok hingga nanti diupayakan sampai ke Patimban,” kata KDM.
Pemda Provinsi Jabar tidak mengeluarkan biaya apapun dalam kerjasama ini, hanya memberikan izin bagi perusahaan logistik untuk membangun jalur transportasi laut tersebut.
Ia pun menawarkan SMKN 1 Karawang membuka jurusan logistik atau kelautan. Dengan demikian, lulusan yang terampil dalam bidang logistik kelautan akan direkrut perusahaan.







Comment