Sumedang.Swara Jabbar News Com.-Bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun yang ke-57, SMP Negeri 1 Wado merayakan pencapaian penting dalam perjalanannya.
Tanggal 26 Januari 2026 menandai tahun ke-11 sekolah ini menempati lokasi barunya setelah direlokasi akibat pembangunan Bendungan Jatigede pada tahun 2015.
Kepala Sekolah SMPN 1 Wado, Yaya S.Pd mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan sekolah yang dinilainya telah mencapai tahap kematangan, baik infrastruktur maupun prestasi siswa
Menuju Sekolah Ramah Lingkungan
Salah satu sorotan utama dalam perayaan tahun ini adalah komitmen sekolah terhadap isu lingkungan.
Sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sumedang, SMPN 1 Wado menerapkan konsep “Zero Waste School”.
Sampah yang dihasilkan di lingkungan sekolah dikumpulkan dan dikelola sedemikian rupa agar dapat dikonversi menjadi nilai ekonomis guna membantu biaya operasional pengelolaan sampah itu sendiri.
Sekolah telah menciptakan alat pembakar sampah (insinerator) khusus yang menggunakan bahan bakar oli bekas. Alat ini diklaim mampu memusnahkan satu drum sampah plastik dalam waktu 15 hingga 20 menit, dengan residu abu yang sangat minim.
Edukasi Karakter: Membangun sistem di mana antar siswa saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan, guna meminimalisir kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Transformasi Visi: “Wado Hiji Beraksi”
Memasuki usia baru, SMPN 1 Wado juga melakukan penyegaran visi sekolah. Jika sebelumnya fokus pada nilai “Beriman”, kini diperluas menjadi “Wado Hiji Beraksi”.
“Visi kami tingkatkan dari yang awalnya ‘Beriman’, sekarang menjadi ‘Wado Hiji Beraksi’, yaitu Beriman, Bertakwa, dan Berprestasi,” ujar Kepala Sekolah dalam wawancara tersebut.
Meski sempat mengalami penurunan jumlah siswa sesaat setelah relokasi karena perpindahan penduduk, saat ini jumlah siswa kembali stabil dan terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk lokal.
Dengan jumlah tenaga pengajar yang memadai, pihak sekolah optimis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagai alumni yang kini memimpin sekolah tersebut, Kepala Sekolah menegaskan bahwa tantangan terbesarnya adalah tanggung jawab moral untuk memajukan almamaternya sendiri.(arfa)







Comment