Kabupaten Bandung.Swara Jabbar News Com.-Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Balai Pengembangan Benih Hortikultura/Kentang, salah satunya di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kunker.Kamis (5/02/2026).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Lina Ruslinawati mengatakan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Balai Pengembangan Benih Hortikultura/Kentang, salah satunya di Pangalengan, Kabupaten Bandung.Kunker ini bertujuan mengawasi kinerja, mengevaluasi anggaran APBD, serta mendorong inovasi perbenihan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan ujar Lina Ruslinawati.
Lina Ruslinawati menuturkan Berbagai hal yang dibahas dalam kunjungan kerja ini antara lain :
Pengawasan dan Evaluasi: Memastikan pelaksanaan program dan anggaran tahun 2024 serta rencana tahun 2025 di UPTD Balai Pengembangan Benih berjalan optimal.
Pengembangan Bibit: Meninjau sarana dan prasarana dalam produksi benih kentang bermutu tinggi untuk mendukung petani di Jawa Barat.
Dorongan Inovasi: Komisi II mendorong balai untuk menciptakan terobosan baru dalam teknologi pertanian agar produktivitas meningkat dan menjadi penopang ekonomi.
Pengamanan Lahan: Kunjungan juga sering dikaitkan dengan pengecekan aset dan lahan satuan pelayanan balai untuk keberlangsungan produksi.
Kunjungan ini memastikan peran strategis Balai Benih sebagai penyedia bibit hortikultura berkualitas di bawah Dinas Pertanian Jawa Barat.
Kunjungan ini memastikan peran strategis Balai Benih sebagai penyedia bibit hortikultura berkualitas di bawah Dinas Pertanian Jawa Barat.
Dalam kunjungan kerja Komisi II DPRD Jawa Barat ke UPTD Balai Benih Kentang di Pangalengan Dra. Hj. Lina Ruslinawati menekankan pentingnya modernisasi dan kemandirian petani. Secara spesifik, Lina Ruslinawati menyoroti beberapa poin kunci:
Optimalisasi Anggaran & Inovasi: Beliau mendorong agar Balai Benih tidak hanya fokus pada produksi rutin, tetapi juga terus berinovasi dalam teknologi perbenihan untuk memastikan ketersediaan benih berkualitas tinggi bagi petani lokal.
Kemandirian Petani: Lina menekankan pentingnya pemberian bimbingan teknis kepada petani agar mampu mengelola lahan secara mandiri, termasuk penggunaan agen hayati untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal dan berbahaya bagi lingkungan.
Fasilitas Pendukung: Anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini juga sering menyuarakan perlunya perbaikan infrastruktur di balai-balai benih agar peran mereka sebagai penyangga sektor hortikultura di Jawa Barat semakin maksimal.(AP)







Comment