Kabupaten Bandung.Swara Jabbar News Com.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Tia Fitriani, melaksanakan kegiatan reses II Masa Sidang 2025–2026 di GOR Kantor Desa Cipaku, Jalan Raya Cipaku Nomor 137, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa Cipaku Adang Sujana, Kepala Desa Loa Koswara, unsur Koramil dan Polsek Paseh, kader PKK dan Posyandu, para Ketua RT/RW, organisasi Dulur Satia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga para konstituen yang selama ini aktif berkomunikasi dengan legislator Komisi III DPRD Jabar tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cipaku, Adang Sujana, berharap kehadiran Tia Fitriani dapat membawa dampak positif bagi percepatan pembangunan desa.
“Mudah-mudahan dengan kehadiran Ibu Tia di Desa Cipaku, ke depan perkembangan pembangunan semakin pesat hingga desa ini semakin maju. Mari kita bersama-sama bergotong royong membangun desa,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Tia Fitriani menyoroti kondisi keuangan desa yang menurutnya tengah menghadapi tantangan.
“Saat ini keuangan desa tidak baik-baik saja. Sementara anggaran yang sudah direncanakan untuk program pembangunan mengalami penyesuaian akibat kebijakan Pemprov Jawa Barat,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa program yang masih dapat dilaksanakan harus tetap dikawal secara optimal agar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Tia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang tetap antusias menghadiri kegiatan reses di bulan Ramadan. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting dalam proses pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Tia memaparkan sembilan program prioritas Gubernur Jawa Barat yang menjadi fokus pembangunan daerah. Program-program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai tantangan di Jawa Barat, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi, hingga pengembangan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
Ia menjelaskan, sektor-sektor strategis yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan perempuan dan pemuda, peningkatan layanan publik berbasis digital, serta penguatan ketahanan lingkungan dan kebencanaan.
“Keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta partisipasi aktif masyarakat. Kita semua harus ikut mengawal agar implementasinya tepat sasaran,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Tia Fitriani menegaskan komitmennya untuk terus menyosialisasikan program-program Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar seluruh lapisan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
“Semoga aspirasi yang disampaikan hari ini dapat kami perjuangkan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan di tingkat provinsi,” pungkasnya *







Comment