Pemimpin Tolong Jangan Tinggalkan Kami
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Kemarin Dollar ditutup Rp 16.756, Pengusaha di kota Cirebon mengeluhkan daya beli semakin turun, pengusaha mengeluhkan banyak pengeluaran karena gaji awal bulan dan THR berdekatan, hari libur terlalu banyak.
Dalam pertemuan di HIMAS Coffe Cirebon tanggal 23 Februari 2026.
Ada permintaan menarik dari Gani Suyanto pengusaha terkenal di Cirebon.
Gani Suyanto meminta Pemerintah membimbing Para Pengusaha di saat kondisi saat ini.
Senada dengan hal ini Sucipto Chandra juga menyampaikan hal yang sama, mengharapkan pertolongan Pemerintah dalam meningkatkan usaha bisnis karena usaha bisnis rumah makan juga tambah sepi. Banyak yang tutup seperti Kentucky, Ayam Pringgodani, Marina, Jumbo,dan Yogya di Jalan Siliwangi juga tutup. Toko toko di Siliwangi Karanggetas, Pekiringan dan Pekalipan banyak yang tutup.
Dennis Firmansyah Komisaris Multi finance Aditama juga mengeluhkan hal yang sama bahwa banyak kredit macet.
Dalam pertemuan tersebut Prof Dr Rokhmin Dahuri berharap Pemerintah dapat mempertahankan industri dan unit usaha yang sudah ada agar tidak gulung tikar melalui skema subsidi, capacity, Building dan stimulus yang tepat sasaran. Pemerintah harus mendorong Pengembangan sektor ekonomi baru dan industri baru seperti Blue Economy, Green Economy serta Ekonomi Digital Berbasis industri 4.0 sebagai sumber pertumbuhan masa depan.
Meningkatkan produktivitas nasional sekaligus menyediakan lapangan kerja yang layak dan mensejahterakan karena daya beli masyarakat hanya akan naik jika penghasilan nya meningkat . Dalam pesan Penutup Prof Dr Rokhmin Dahuri meminta Industri harus bertahan dan tumbuh, sektor baru harus lahir dan rakyat harus mendapatkan pekerjaan yang bermartabat.Dengan komunikasi yang jujur , tata kelola yang rapi serta kolaborasi lintas elemen, Cirebon dan Indonesia dapat memperkuat Fondasi menuju kemandirian ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan.
Tetapi sayang Walikota Cirebon dan Bupati Cirebon tidak hadir







Comment