Kenaikan harga barang barang Dampak Serangan AS -Israel ke Iran

Kenaikan harga barang barang Dampak Serangan AS -Israel ke Iran

Oleh Jeremy Huang Wijaya.

 

Minggu pagi Dunia dikejutkan oleh serangan Amerika dan Israel ke Iran, Yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad

“Penutupan wilayah udara terjadi di Israel, Qatar, Suriah, Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, hingga Uni Emirat Arab (UEA).

 

Situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 menunjukkan tidak ada aktivitas penerbangan di ruang udara UEA setelah pemerintah setempat mengumumkan partial and temporary closure.

“Dubai International Airport

Zayed International Airport

Hamad International Airport”

“Sebanyak 17 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dibatalkan, imbas konflik Iran.

 

Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap mengatakan, secara keseluruhan ada sebanyak 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal pada hari ini, Minggu (1/3/2026).

Iran juga menutup Selat Hormuz. Selat Hormuz yang berada di kawasan Teluk Arab merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, khususnya untuk perdagangan energi. Jalur ini menjadi penghubung utama distribusi minyak dari Timur Tengah ke berbagai negara, sekaligus jalur vital bagi pasar energi global

Hal ini membawa dampak karena Selat Hormuz secara geografis menghubungkan Teluk Persia dan Samudra Hindia. Kedalamannya tidak lebih dari 60 meter dengan pulau-pulau tersebar, seperti Hormuz, Qeshm, dan Larak, yang dikuasai Iran.

 

Beberapa pulau lain, termasuk Greater Tunb, Lesser Tunb, dan Anu Mussa, masih disengketakan dengan Uni Emirat Arab (UEA). Meski begitu, sejak 1971 kendali selat ini berada di tangan Iran. “Selat ini menjadi koridor vital ekspor minyak bagi negara-negara Teluk ke Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Menurut US Energy Information Administration (EIA), Selat Hormuz merupakan titik perdagangan minyak terpenting dunia.

 

Konsultan energi Kpler mencatat volume lalu lalang kapal tanker yang mengangkut minyak dari selat ini sekitar 14 juta barrel per hari sepanjang 2025, setara sepertiga dari total ekspor minyak mentah dunia. Separuh dari ekspor tersebut dikirim ke China. Hal ini akan mengakibatkan naiknya harga minyak mentah dunia, dan naiknya harga harga barang

Comment