Jajang Rohana: Investasi Asing di Jabar Harus Sejahterakan Masyarakat Lokal

Bandung.Swara Jabbar News Com.-Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Jajang Rohana mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah memperkuat strategi untuk menarik Penanaman Modal Asing (PMA) secara lebih masif dan berkelanjutan di tahun 2026. Langkah itu, dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,

Pengelolaan iklim investasi yang sehat, kepastian hukum, dan penyederhanaan birokrasi menjadi kunci utama untuk menarik Penanaman Modal Asing (PMA).Jawa Barat memiliki daya tarik ekonomi yang luar biasa besar, baik dari sisi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun kedekatan geografis dengan pusat ekonomi nasional seperti DKI Jakarta. Namun,  potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan.

“Investor asing sebenarnya sudah lama menaruh minat besar ke Jawa Barat, terutama di kawasan industri seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang, tetapi tantangannya adalah bagaimana kita menciptakan iklim investasi yang benar-benar ramah, efisien, dan bebas dari hambatan birokrasi yang tidak perlu,” ungkap Jajang Rohana.

Strategi menarik PMA tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional.Pemerintah daerah perlu melakukan branding investment secara lebih agresif dan profesional. Dalam hal ini, Jawa Barat perlu memiliki lembaga promosi investasi yang tangguh dan terintegrasi dengan lembaga nasional seperti BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

“Promosi investasi tidak cukup hanya dalam bentuk pameran atau forum bisnis. Kita perlu pendekatan digital, publikasi berkelanjutan, dan diplomasi ekonomi yang aktif. Investor perlu merasa yakin bahwa Jawa Barat punya kepastian jangka panjang dan stabilitas politik yang mendukung,” ujar Jajang.

Jawa Barat perlu menonjolkan keunggulan spesifik di tiap wilayah. Misalnya, kawasan Rebana Metropolitan (Cirebon–Patimban–Kertajati) yang berpotensi besar menjadi pusat logistik dan manufaktur global, sedangkan daerah selatan seperti Sukabumi dan Pangandaran bisa diarahkan untuk investasi berbasis pariwisata dan agroindustri.

Pendekatan sektoral dan wilayah itu penting. Jangan sampai promosi investasi kita bersifat umum dan tidak fokus. Setiap daerah punya karakter dan daya tarik berbeda yang bisa dijual ke investor asing,

Salah satu syarat utama agar investasi asing bisa tumbuh sehat adalah infrastruktur dasar yang memadai serta kepastian hukum.Pihak legislatif Jabar sehubungan dengan hal itu mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, seperti jalan provinsi, pelabuhan Patimban, dan Bandara Kertajati yang kini semakin aktif..Infrastruktur adalah wajah pertama yang dilihat investor. Mereka tidak mau berinvestasi di daerah yang akses logistiknya mahal dan tidak efisien.

“Karena itu, keberadaan jalan tol, pelabuhan, dan bandara di Jawa Barat adalah nilai tambah yang luar biasa. Tugas kita di DPRD adalah memastikan semua infrastruktur itu berjalan sesuai target dan bermanfaat langsung untuk investasi,” Tutup Jajang Rohana. (AP)

Comment