Malam Takbiran dan Lebaran di Blitar, Ziarah ke Makam Bung Karno
Oleh Jeremy Huang
Disponsori oleh Prof Dr Rokhmin Dahuri, bersama Julia Christiani Utami, Eni Oey dan Lilis sejak 19 Maret 2026 pukul 00 kami berangkat dari Bandung, kami ke Solo lewat Tol, di Rest Area Tol Pejagan penuh sesak pemudik, dan di jalan tol dari tol Cipali sampai tol Salatiga diberlakukan one way. Tetapi dari Tol Ungaran sampai tol Solo jalanan sepi sedikit pengunjung.
Kami menginap di Rumah Kaca Sakura Hills Tawangmangu, sebelum menginap di Rumah Kaca Sakura Hills, kami singgah dan berkunjung ke Sekolah Tinggi Theologia Tawangmangu bertemu Pdt Sam Soukotta Rektor Sekolah Tinggi Theologia Tawangmangu. Dulu tahun 1990 Penulis lulus Sekolah Tinggi Theologia Tawangmangu. Terharu Pdt Sam Soukotta menyambut hangat kedatangan kami dan berdoa untuk saya dan istri.
Di Sakura Hills Tawangmangu udara begitu dingin, alam mempesona,kami makan di Restoran Sawah Tawangmangu sebelum menginap di Sakura Hills. Di Restoran Sawah kami menikmati paket Rantangan ada lodeh, ikan gereh yaitu ikan teri asin, Bebek goreng dan sambel terasi. Timun Kol sebagai lalapan.
Tanggal 20 Maret 2026 saya bersama istri jalan kaki menikmati indahnya alam kaki gunung Lawu di ketinggian 20.000 MDPL
Kemudian kami melanjutkan perjalanan Ke Gua Maria Pohsarang Kediri untuk berdoa. Perjalanan dari Tawangmangu ke Kediri sepi sedikit mobil yang lewat di jalanan.
Sesudah dari Gua Maria Pohsarang Kediri kami melanjutkan perjalanan ke Makam Bung Karno di Blitar.
Penulis menangis di Makam Bung Karno.

Bung Karno pemimpin besar, menjadi pelopor di negara Asia Afrika Mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Bung Karno di Awal Kemerdekaan berhasil mengangkat Citra Indonesia berdiri sama tinggi dengan negara negara lainnya. Bung Karno melahirkan ekonomi Marhaenis yaitu ekonomi yang berlandaskan dan pro kepada Rakyat Kecil. Ekonomi Marhaenis lahir sesudah pertemuan Bung Karno dengan Marhaen seorang petani di Bandung. Bung Karno berhasil membangun dasar Fondasi dasar kebangsaan dan Nasionalisme.
Takbiran di Blitar bergema syahdu. Kami menginap di Suns Hotel dekat makam Bung Karno. 45 kamar terisi penuh. peziarah ada yang berasal dari Bali, Jogja, Surabaya mereka ziarah ke makam bung Karno.
Di hari lebaran ke 2 kami ke Pantai Tambak Rejo Blitar menikmati alam pemandangan pantai yang indah, ombaknya cukup besar. Kami juga ke goa Maria di Blitar minum air suci yang konon katanya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Malamnya makan di Tacik Gentong Blitar, kuliner yang murah enak. Menikmati SOP ikan gurame dengan ada blimbing wuluhnya segar. Juga Sop jamur isinya jamur, kentang, wortel dan kol
Di Blitar kami nikmati Rujak cingur dan Sego Pecel







Comment