Pengusaha Pusing Pembeli Semakin turun
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Para pengusaha semakin pusing karena daya beli semakin turun, Mal mal dan pasar tradisional semakin sepi pembeli. Pasar tradisional adalah tolak ukur daya beli ekonomi masyarakat kecil.
Mereka para pengusaha tidak tahu apa lagi yang harus diperbuat.
Daya beli semakin turun anjlok.
Banyak toko toko depan nya dipasang pengumuman Dijual, bahkan ada toko toko yang sudah lama dipasang spanduk dijual sudah lebih dari setahun tetapi belum ada yang beli.
Saat ini adanya survey Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) selama dua bulan berturut-turut pada Februari dan Maret 2026 dinilai menjadi sinyal peringatan dini bahwa masyarakat mulai menahan laju belanja.
Berdasarkan survey Bank Indonesia (BI), IKK terus turun dari level 127 pada Januari ke level 125,1 pada Februari. Pada Maret, indeks tersebut mengalami penurunan lebih dalam ke level 122,9.
Dari data diatas Angka ini menyedihkan sekali dari 127 di Januari 2026 menjadi 122 di bulan Maret 2026 turun 5 persen. Cukup signifikan.
Apalagi harga plastik semakin mahal, kini super market mewajibkan konsumen harus bayar jika menggunakan kantong plastik atau bawa tas belanja sendiri. Supermarket tidak menggratiskan kantong plastik Karena harga plastik semakin mahal. Jelas hal ini membuat pengeluaran ekstra dari konsumen
Kenapa supermarket tidak menggunakan tas kertas atau tas anyaman bambu untuk gantikan tas plastik.







Comment