Parlementaria

Program OPOP Jadi Pilar Ekonomi

BANDUNG.SJN COM.-One Pesantren One Product yang kemudian disingkat menjadi OPOP adalah salah satu kegiatan dari program Gubernur Jawa Barat periode tahun 2019-2023 yang disebut Program “Pesantren Juara” dalam rangka mendorong pemberdayaan pesantren agar mempunyai produk unggulan serta mampu mandiri secara ekonomi. Hal ini dikatakan oleh Aggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Dra.Hj.Tia Fitriani.
Lebih jauh Ketua Fraksi NasDem Persatuan Indonesia DPRD Provnsi Jawa Barat Hj Tia Fitriani menuturkan Program One Pesantren One Product (OPOP) bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat dan Pondok Pesantren itu sendiri, agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga untuk memacu pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, pemasaran melalui sebuah pendekatan inovatif dan strategis dari Pemprov Jabar bersama Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat, memastikan seluruh Pondok Pesantren di Jawa Barat dapat memperoleh akses atas program pemerintah dalam sektor pemberdayaan ekonomi, teknologi dan produksi yang efisien, tepat serta modern di era digital saat ini.

Seluruh pesantren yang terpilih melalui seleksi nantinya akan diberikan program pembinaan terpadu dan juga ditingkatkan kemampuan daya saing ekonominya serta didampingi untuk proses pengembangan usahanya, bersinergi dalam jaringan bisnis yang potensial hingga mereka berhasil menjadi sebuah Pondok Pesantren yang mandiri.tandasnya.

Legislator asal Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung) menegaskan Mengapa OPOP digulirkan karena sebagaian besar Pesantren di Jawa barat belum mampu mandiiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasaran pesantren.

Syarat dan pendaftaran calon peserta OPOP adalah :Pesantren yang berada di Jawa Barat, Memiliki visi dan niat kuat, memiliki potensi usaha dan memiliki SDM yang memadai. Tujuan OPOP yaitu membangun kemandirian pesantren melalui pemberdayaan ekonomi dengan cara membantu pesantren dalam memilih komoditi yang laku di pasar, memberi pelatihan serta pendampingan.Berharap, dengan program OPOP pesantren dapat mengurangi ketimpangan ekonomi, mengurangi kesenjangan sosial, menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Jawa Barat dan menjadi salah satu pilar ekonomi bangsa yang berkeadilan sosial pungkasnya.(AP)