Indramayu.Swara Jabbar New Com.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Daerah Pemilihan XII (Kota/Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu) Diah Fitri Maryani, SE., MM., mengajak generasi perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan diri di berbagai bidang kehidupan. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan, yang digelar di Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.
Diah menegaskan pentingnya kehadiran Perda tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak perempuan serta memberikan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.
“Perda ini hadir sebagai instrumen hukum untuk memastikan perempuan di Jawa Barat mendapat perlindungan serta memiliki ruang dan kesempatan yang setara dalam pembangunan,” ujarnya di hadapan peserta.
Legislator PDI Perjuangan ini menyoroti bahwa saat ini keterlibatan perempuan dalam parlemen baru mencapai 22,69 persen, sementara perempuan yang bekerja sebagai tenaga profesional tercatat sebanyak 45,73 persen. Menurutnya, data tersebut menunjukkan masih adanya ruang besar yang perlu diisi oleh perempuan dalam berbagai lini kehidupan, baik sosial, ekonomi, politik, maupun pendidikan.
Perempuan harus memiliki keberanian untuk menerapkan 5M, yaitu Mencegah, Menolak, Melapor, Maju, dan Melindungi – terutama dalam menghadapi tindak kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi,” jelas Diah.
Ia juga menambahkan bahwa pemberdayaan perempuan sangat penting untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Dengan pemberdayaan, perempuan diharapkan dapat mandiri dalam berpikir, bertindak, mengambil keputusan, serta mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan keluarganya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Diah berharap masyarakat, khususnya perempuan, dapat lebih memahami hak-haknya dan turut serta aktif dalam mengawal implementasi Perda tersebut di lingkungan masing-masing.
“Kita harus dorong agar perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif dan berdaya. Mulai dari desa, kita bangun generasi perempuan yang tangguh dan berani,” pungkas Diah Fitri Maryani .(AP)
Comment