Tia Fitriani Mendorong Jawa Barat Jantung dan Barometer Ekonomi Kreatif Indonesia

Bandung.Swara Jabbar News Com.-Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi NasDem Tia Fitriani mengatakan Ekonomi kreatif di Jawa Barat sangat dinamis, didominasi subsektor Kriya (Kerajinan), Kuliner, dan Fesyen, dengan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional dan menjadi provinsi prioritas pengembangan ekraf digital, memanfaatkan talenta digital Gen-Z dan Milenial melalui pelatihan intensif serta promosi desa wisata kreatif yang mengintegrasikan budaya lokal dengan produk kreatif untuk daya saing global.

Ekonomi Kreatif menjadi Sektor Unggulan berupa :

Kriya (Kerajinan): Kontribusi terbesar (27,1%), mencakup kerajinan tangan, rotan, bambu, dan keramik.

Kuliner: Sektor kuat lainnya (26,4%), memanfaatkan kekayaan kuliner lokal termasuk kopi dan makanan khas daerah.

Fesyen: Berkontribusi besar (16,7%), termasuk produk batik dan busana modern.

Digital: Pengembangan talenta digital (AI, mobile/full-stack development) menjadi fokus utama dengan pelatihan seperti BDD 2025.

Strategi Pengembangan

Penguatan Ekosistem Digital: BDD 2025 melatih talenta digital untuk memperkuat transformasi kreatif berbasis digital.

Pengembangan Desa Wisata Kreatif: Mengembangkan desa-desa menjadi destinasi wisata dengan produk ekraf (makanan, kriya, budaya) untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Inovasi dan Kolaborasi: Mendorong inovasi, perlindungan Kekayaan Intelektual (IP), dan kolaborasi dengan lembaga internasional melalui acara seperti West Java Creative & Culture Days.

Peningkatan SDM: Memberikan pelatihan dan sertifikasi profesi untuk pelaku ekraf, seperti di bidang fotografi dan animasi.

Potensi dan Dampak

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional, menyumbang tenaga kerja kreatif terbesar.

Ekraf Jabar berkontribusi besar pada PDRB Jabar dan ekonomi nasional, mencakup subsektor lain seperti seni pertunjukan, film, musik, DKV, dan desain produk.

Potensi kerajinan tangan dari daerah seperti Tasikmalaya dan Garut, serta kekayaan budaya Priangan Timur, terus didorong untuk bersaing di pasar global Pungkas Tia Fitriani (AP)

Comment