Bandung.Swara Jabbar News Com.-Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan rasa bangga atas prestasi gemilang Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 SD asal Kota Bandung yang berhasil meraih juara dunia tingkat 2 (Top 2) pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Natanael juga mendapat undangan untuk mengunjungi NASA (National Aeronautics and Space Administration).
Farhan menyebut, prestasi Natanael menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Kota Bandung, memiliki talenta-talenta muda yang berkelas dunia di bidang sains. Ia menilai, pencapaian ini sejalan dengan pesan Presiden agar Indonesia menyiapkan generasi saintis sejak dini.
“Kota Bandung sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal memang bercita-cita menjadi saintis. Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik, supaya seluruh potensinya bisa berkembang optimal,” kata Farhan di Pendopo Wali Kota Bandung, Jumat 6 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan secara pribadi memberikan hadiah berupa buku sejarah tentang revolusi Indonesia karya sejarawan Belanda. Menurutnya, hadiah itu bukan sekadar simbol, melainkan dorongan agar semangat literasi dan semangat belajar Natanael tidak pernah padam.
“Semangat belajar jangan pernah berhenti. Salah satu bentuknya adalah membaca. Literasi bisa dari banyak media termasuk digital. Yang penting, anak-anak kita tumbuh dengan ekosistem yang mendukung potensi terbaik mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Orang tua Natanael, Novita Setiawan menceritakan, minat anaknya di bidang sains sudah terlihat sejak kelas 1 SD. Natanael mulai mengikuti berbagai kompetisi sains tingkat nasional hingga internasional, termasuk Olimpiade Sains dan terus menunjukkan konsistensi.
“Awalnya ikut lomba dari sekolah, Olimpiade Sains Nasional tingkat anak. Puji Tuhan dapat emas. Dari situ kelihatan memang passion-nya di sains, jadi kami dukung. Latihannya juga tidak lama, sekitar 30 menit sehari. Kadang cuma baca komik sains, tidak selalu belajar berat,” ungkap Novita.
Menurutnya, kunci utama mendampingi anak berprestasi adalah fokus pada minat anak, konsistensi, serta menjaga agar anak tetap bahagia menjalani proses belajar. Ia menegaskan, Natanael mengikuti kompetisi bukan karena paksaan, melainkan karena keinginan sendiri.
Sedangkan Natanael mengaku belajar dengan cara sederhana dan santai. Setiap hari ia meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk membaca dan mengerjakan soal sains serta matematika. Dari 40 soal lomba yang dihadapi, ia merasa sebagian besar bisa dikerjakan dengan baik.
“Belajarnya simpel aja, sains sama matematika. Yang susah ada, tapi banyak yang bisa,” ucap Natanael.
Natanael mengaku sangat senang saat berkesempatan melihat langsung peluncuran roket dalam kunjungannya ke Amerika Serikat. Pengalaman tersebut semakin menguatkan cita-citanya untuk menjadi seorang ilmuwan di masa depan.
“Aku mau jadi scientist,” harapnya. *







Comment