Bumi Memanas , Bumi Wes Soyo Anget
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Joyoboyo meramalkan Bumi Wes Soyo Anget artinya Bumi akan semakin memanas bukan hanya sebuah ramalan kosong, kini jadi kenyataan apalagi saat ini terjadi di tahun kuda api.
Bumi semakin panas banyak tafsiran, bisa mengandung arti sebenarnya, bisa juga secara manusia batiniah seperti perang Israel Amerika melawan Iran, membuat Selat Hormuz oleh Iran, perang ini melebar, Israel menyerang Lebanon, Iran menyerang Qatar, Kuwait, Kurdi Irak dan UEA dimana Iran menduga negara negara yang ada pangkalan militer AS disana. Timur Tengah semakin memanas disana mengganggu perekonomian di Timur Tengah, mengakibatkan naiknya harga BBM dunia, dan dapat memicu kelangkaan stok BBM dunia.
Bumi Wes Soyo Anget juga mengandung arti sebenarnya karena saat ini “Pemanasan global melaju lebih cepat dan kini menjadi dua kali lipat lebih cepat dibandingkan dekade-dekade sebelumnya. Ini artinya, berbagai bencana iklim besar bisa terjadi lebih awal daripada yang diperkirakan.
Menurut analisis dari Stefan Rahmstorf di Universitas Potsdam, Jerman dan rekan-rekannya, sebelum tahun 2013-2014, Bumi memanas sekitar 0,18 derajat C per dekade.
“Namun sejak saat itu, suhunya melonjak menjadi sekitar 0,36 derajat per dekade.
Melansir New Scientist, Jumat (6/3/2026) jika pemanasan terus berlanjut dengan kecepatan seperti ini, umat manusia bisa melewati ambang batas Perjanjian Paris pada tahun 2028.
“Setiap kenaikan suhu sebesar 0,1 derajat C sangatlah berarti, karena akan memperparah dampak pemanasan global mulai dari cuaca ekstrem, kerusakan ekosistem, hingga risiko melewati titik kritis yang tak bisa diperbaiki,
Semakin naiknya suhu panas bumi mengakibatkan kemarau panjang.
BMKG prediksi Puncak musim kemarau sendiri terjadi pada Agustus 2026 dan akan dirasakan oleh lebih dari 60 persen wilayah Indonesia. BMKG juga memperkirakan sifat kemarau tahun ini cenderung lebih kering. Sekitar 64,5 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal.







Comment