Pemerintahan

Atalia Dorong Perempuan Melek Digital

BANDUNG.SJN COM.-Perkembangan teknologi digital diibaratkan sebuah dua mata pisau. Jika bisa dimanfaatkan dengan baik akan mempermudah aktivitas sehari-hari, namun jika tidak bisa digunakan dengan benar akan berdampak negatif bagi penggunanya.

Atas dasar itu, Atalia Praratya Ridwan Kamil meminta kepada seluruh perempuan untuk beradaptasi pada perkembangan digital. Hal ini dikatakan oleh Atalia saat menjadi narasumber dalam acara Podcast Bersama Telkom Indonesia dengan tema Inspiring Woman di Telkom Witel Bandung, Kota Bandung, Kamis (20/1/2022).

“Kita harus dekat dengan dunia teknologi informasi karena kita tidak mau menjadi korban. Jadi kalau kita mengerti, saat kita dekat dengan dunia itu, maka kita tidak akan mudah terpedaya. Untuk itu saya berharap meleknya digitalisasi pada dunia perempuan supaya terus didorong,” kata Atalia.

Sebagai contoh dalam penggunaan media sosial. Jika digunakan dengan benar, media sosial bisa dijadikan sebagai ajang silaturahmi hingga platform untuk berjualan.

“Jadi lewat media sosial, ibu-ibu bisa melakukan banyak hal, misalnya silaturahmi. Kita bisa pula membuka jejaring, berjualan, juga mengakses informasi. Jadi ibu-ibu sekarang kalau mau cari informasi itu gampang,” ujarnya.

Namun Atalia berpesan pula agar jangan sekali-kali para wanita mencurahkan kekesalan atau membagikan informasi pribadi di media sosial karena bisa berbahaya bagi individu tersebut.

“Ibu-ibu hati hati menumpahkan kekesalan di media sosial. Dibalik layar handphone ibu-ibu ketika ibu-ibu menulis caption di situ, ada banyak sekali bisa seribu, ratusan ribu, bahkan jutaan orang di luar kendali kita. Sampai ada kejadian orang yang menulis “home alone” di statusnya terjadilah hal yang tidak diinginkan,” kata Atalia.

Oleh karena itu Atalia berharap agar perempuan bijak dan belajar dalam penggunaan media sosial yang baik dan benar. Atas dasar itu, untuk pemberdayaan perempuan diluncurkan program dan aplikasi Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta).

“Kita ambil contoh Sekoper Cinta, dalam program ini juga didorong literasi digital supaya perempuan-perempuan mengenal dunia digital ini, dan mereka bisa memanfaatkan dengan maksimal,” jelas Atalia.(hms)