Pemerintahan

Kondisi PMK di Kabupaten Cirebon

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih mengatakan, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK hingga  mencapai 1.719 ekor. Ribuan hewan tersebut terdiri dari 1.265 ekor sapi potong, 25 ekor sapi perah, 419 ekor kerbau dan10 ekor domba.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 ekor mati, 188 ekor dipotong paksa, sembuh 1.465 dan masih sakit 45 ekor.

“Itu termasuk penambahan kasus pada 31 Agustus kemarin, ada 1 ekor sapi terdampak, yang sembuh 4 ekor sapi potong dan 10 ekor kerbau sembuh,” ujar Encus.

Menurutnya, hewan yang terpapar PMK tersebar di 64 desa di 29 kecamatan wilayah barat hingga wilayah timur Kabupaten Cirebon. Di antaranya, Kecamatan Tengah Tani, Talun, dan Gunung Jati.

Selama wabah PMK melanda, kata dia, Distan Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 21 ekor hewan ternak mati, 1.888 ekor dipotong paksa, dan 1.465 lainnya berhasil sembuh. Upaya penanganan PMK tersebut didukung anggaran dari Pemerintah Daerah sebesar Rp1 miliar dari anggaran belanja tidak terduga (BTT).

“Anggaran tersebut untuk keperluan pencegahan dan pengobatan ruminansia (hewan ternak, red) yang terkena PMK,” kata Encus.

Selain mengandalkan anggaran BTT, Distan Kabupaten Cirebon juga menggandeng perusahaan di wilayah Cirebon yakni PT Sido Agung Feed, Charoen Pokhpand Indonesia, New Hope Farm Indonesia, dan PLTU Cirebon.

Empat perusahaan tersebut, memberikan program corporate social responsibility (CSR) penyemprotan disinfektan di lokasi peternakan dan bantuan pakan sehat untuk ternak ruminansia.

Sebelumnya, Distan mencatat peningkatan kasus PMK terjadi sejak akhir Juni 2022.Encus menyebut, total hewan ternak yang terjangkit PMK sudah mencapai 1362 ekor. Dari jumlah tersebut, 1149 ekor merupakan sapi potong, 25 sapi perah, 178 kerbau dan domba 10 ekor.

Pada bulan tersebut, wabah PMK sudah meluas hingga ke 22 kecamatan dan 48 desa di Kabupaten Cirebon. Ia menjelaskan, saat itu penyebaran PMK di Kabupaten Cirebon sendiri tergolong sangat cepat. Data yang dimiliki Distan kala itu, jumlah hewan ternak yang terpapar mencapai 1.362 ekor dari berbagai jenis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 ekor dipotong paksa kemudian 3 ekor mati dan 244 ekor sudah dinyatakan sembuh. Sementara sisanya masih dilakukan pengobatan.
Kemudian pada awal Agustus 2022, kasus PMK cenderung mengalami penurunan. Hal tersebut, seiring dilakukannya vaksinasi PMK oleh Dinkes Kabupaten Cirebon. (*)