PHK, Resesi dan Penerimaan Pajak

Bandung.Swara Jabbar Com.-团结互助,分享渡过危机风暴的有效方法
Tuánjié hùzhù, fēnxiǎng dùguò wéijī fēngbào de yǒuxiào fāngfǎ artinya kesatuan, saling peduli dan berbagi jurus ampuh melewati Badai Krisis.

Ada yang menarik dari CNN 25 September 2022. Menteri Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp1.448,2 triliun per Oktober 2022. Artinya, target penerimaan pajak dalam APBN telah mencapai 97,5 persen.
“Kalau kita lihat total penerimaan pajak mencapai Rp1.448,2 triliun atau dalam hal ini 97,5 persen dari target,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (24/11).

Selain itu, realisasi penerimaan pajak ini tumbuh 51,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Lebih rinci, penerimaan pajak terdiri dari Rp784,4 triliun PPh non migas, Rp569,7 triliun dari PPN dan PPnBM, Rp67,9 triliun dari PPh migas, dan Rp26 triliun dari PBB dan pajak lainnya.

Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak yang meningkat ini dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, serta implementasi UU HPP.

“Kapasitas penerimaan pajak ini penting karena APBN perlu kembali disehatkan untuk menjaga perekonomian dan rakyat dalam jangka menengah-panjang,” imbuhnya.

Ia juga menyebut kinerja realisasi perpajakan daerah APBD 2022 lebih baik dari tahun lalu. Tercatat pajak daerah mengalami peningkatan 16 persen dari Rp15,8 triliun pada Oktober 2021 menjadi Rp179,6 triliun pada Oktober 2022.
Peningkatan ini terutama ditunjukkan oleh pertumbuhan jenis pajak yang bersifat konsumtif seperti pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak parkir, dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.

Sri Mulyani menyebut hal ini mengindikasikan aktivitas ekonomi masyarakat daerah semakin membaik.

“Kenaikannya luar biasa tinggi ini menggambarkan bahwa di daerah-daerah kegiatan ekonomi juga sudah mulai mengalami pemulihan,” katanya.

Jika dilihat dari penerimaan pajak kenapa ada PHK? Mungkin jika hanya berdasarkan Angka angka penerimaan Pajak tidak bisa menjadi tolak ukur terjadinya pemulihan.

Karena saat ini membayar pajak menjadi keharusan dan syarat utama dalam bisnis. Dimana sebelum memulai transaksi bisnis atau membeli suatu produk diwajibkan membayar PPN, baik itu berupa makanan atau minuman jika membeli di mall atau pusat perbelanjaan pasti ada PPN(Pajak Pendapatan Negara). Sehingga mereka yang membuka tenant atau counter di mall atau pusat perbelanjaan atau rumah makan harus menaikkan harga untuk bayar PPN. Karena jika tidak membayar PPN tidak dapat berbisnis di Mall. Setiap pelaku usaha dan pedagang diwajibkan memiliki NPWP beserta nomer rekening Bank wajib dicantumkan dalam kegiatan transaksi bisnis Sehingga membuat pebisnis terpaksa mengikuti aturan pajak. Hal ini menjadi salah satu alasan banyaknya pedagang yang tutup usahanya, dan banyaknya PHK. Memang dunia saat ini mengalami resesi dan inflasi global karena The Feed menaikkan suku bunga dan adanya perang Rusia Ukraina.

Sebetulnya bukan hanya itu yang mengakibatkan resesi. Tetapi beberapa tahun lalu Dunia dilanda Pandemi Covid mengakibatkan banyak negara lock down mengakibatkan terhentinya kegiatan ekonomi lebih dari satu tahun.
Apalagi di Tiongkok China saat ini lagi Lock Down dibeberapa kota.
Dikutip dari Detikcom. 25 November 2022. Pemerintah China memutuskan melakukan penguncian atau lockdown untuk kota Zhengzhou. Hal ini dilakukan sebagai buntut buruh pabrik iPhone di kota itu melakukan demo hingga membuat kerusuhan.

Kerusuhan itu terjadi karena buruh pabrik iPhone memprotes, mereka masih harus bekerja di tengah tingginya kasus COVID-19 di pabrik tersebut. Buruh diketahui bekerja bahkan tidak dengan protokol kesehatan yang seharusnya.

Lockdown dilakukan dengan berbagai syarat untuk penduduk kota Zhenghzhou yang hendak keluar kota. Syaratnya untuk ke luar koya harus melakukan test COVID-19. Selain itu juga harus ada izin dari pihak berwenang

“Dan disarankan untuk tidak meninggalkan rumah mereka kecuali diperlukan,” kata pemerintah kota, dikutip dari CNA, Kamis (24/11/2022).
Lock Down di beberapa kota industri di China dapat mempengaruhi dan berdampak kepada kepada bisnis dunia. Kegiatan yang terjadi di Amerika dan China mempengaruhi ekonomi dunia karena Amerika Serikat dan China menjadi magnet pusat perhatian ekonomi dunia. Setiap kebijakan The Fed dari Amerika Serikat pasti akan berpengaruh kepada ekonomi dunia. Jika The Fed menaikkan atau menurunkan suku bunga pasti mengakibatkan jatuh dan naiknya mata uang di beberapa negara khususnya di Asia terutama Asia Tenggara.

Resesi dan Inflasi di Amerika Serikat dan Eropa, membuat banyak perusahaan tekstil dan sepatu tidak bisa kirim produk ke Amerika Serikat dan Eropa.

Dikutip CNN 16 November 2022 APINDO menyebutkan jumlah pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 79.316 orang per November 2022. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyebutkan jumlah pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 79.316 orang per November 2022.

Anggota Dewan Pertimbangan APINDO sekaligus Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Anne Patricia Sutanto mengatakan berdasarkan laporan APINDO Jawa Barat, sudah ada 111 perusahaan yang mengurangi jumlah karyawan, dan 16 perusahaan menutup operasi produksinya.

Dari pengurangan pekerja dan penutupan pabrik, total  korban PHK di Jawa Barat sebanyak 79.316 orang.

“Sementara dari sektor alas kaki, berdasarkan laporan dari 37 pabrik sepatu dengan total karyawan 337.192 orang, telah melakukan PHK terhadap 25.700 karyawan karena sejak Juli-Oktober 2022 telah terjadi penurunan 45 persen order dan untuk produksi November-Desember 2022 turun sampai dengan 51 persen,” jelasnya.

APINDO mengatakan bahwa industri padat karya khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT) termasuk pakaian jadi (garmen) dan produk alas kaki telah mengalami tekanan serius.

Penurunan order akhir 2022 dan pengiriman sampai dengan kuartal pertama 2023 bahkan sudah mengalami penurunan di kisaran 30 sampai 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut telah memaksa perusahaan yang berstatus sebagai anggota APINDO melakukan pengurangan produksi secara signifikan dan berdampak pada pengurangan jam kerja hingga PHK.

Diharapkan elite parpol, selebritis dan pemerintah bersatu dapat menolong mereka yang terkena PHK, dan meningkatkan daya beli masyarakat supaya kegiatan ekonomi dapat berjalan tidak berhenti. BLT, sembako murah, proyek padat karya dan makan gratis dapat menolong masyarakat yang terkena PHK dan dapat menjaga daya beli masyarakat. Diharapkan para Selebritis tidak hanya menampilkan kemewahan dan hidup glamour di TV dan You Tube. Tetapi berharap Selebritis dapat berbagi, berupa makan gratis bisa juga berupa membagikan sembako gratis bagi warga yang tidak mampu.Mari kita bersatu, saling berbagi dan saling peduli supaya dapat melewati krisis.

(Jeremy Huang Wijaya)


Notice: compact(): Undefined variable: limits in /home/swarajab/domains/swarajabbarnews.com/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 853

Notice: compact(): Undefined variable: groupby in /home/swarajab/domains/swarajabbarnews.com/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.