Parlementaria

Hj.Elin Suharliah Adakan Sosper Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Pemberdayaan Desa Wisata.

Kab Bandung Barat.Swara Jabbar Com.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil)  Jabar III Kabupaten Bandung Barat Dra.Hj.Elin Suharliah,M.Si melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) bertempat di Kantor Desa Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.Senin (09/10/2023).

Adapun Pembahasan dalam kegiatan tersebut terkait dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Pemberdayaan Desa Wisata.

Lebih jauh, Legislator PDI Perjuangan Hj.Elin Suharliah menuturkan Dengan adanya perda ini, maka pengembangan wisata berbasis desa menjadi lebih terarah dan memiliki kepastian hukum.

Diharapkan animo wisatawan baik domestik dan mancanegara berkunjung ke Jabar menjadi lebih bergairah
Desa wisata adalah desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimilikinya. Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku
Dengan pengembangan pariwisata berbasis desa akan menjadi primadona baru pascapandemi. Jabar punya modal besar dengan hampir 50 juta penduduk yang sebagian besarnya hidup di perdesaan dengan kearifan lokal yang khas dan orisinal tandasnya..
Politisi Perempuan PDI Perjuangan Hj. Elin Suharliah  menuturkan “Penduduk Jawa Barat sendiri sudah lebih cukup dengan hampir 50 juta, itu saja sudah menjadi market sendiri. Tanpa harus mengundang tamu pun bapak/ibu (anggota dewan) bisa monitor destinasi wisata selalu penuh,” ujarnya.
Modal lain adalah keindahan alamnya di mana Jabar memiliki sekitar 400 air terjun eksotik dan merupakan yang terbanyak di Indonesia ujar Hj.Elin Suharliah.
Pengembangan desa wisata akan memberikan manfaat yang riil bagi masyarakat di desa. Lapangan usaha dan penyerapan tenaga kerja diharapkan meningkatkan kesejahteraan warga dan ekonomi wilayah desa.
Lebih jauh Hj.Elin Suharliah berharap agar kabupaten/kota dapat menstimulus penduduk desa dengan potensi wisata potensial untuk menciptakan berbagai inovasi. Rumah-rumah warga dapat disulap menjadi penginapan dengan pelayanan yang khas agar wisatawan dapat merasakan pengalaman terbaik yang belum pernah dirasakan sebelumnya. pungkasnya.(AP)