Lontong Cap Go Me Kuliner Akulturasi Budaya Khas Pantura
Oleh Jeremy Huang Wijaya
Hari ini 2 Maret 2026 Warga Tionghoa merayakan Cap Go Me hari ke 15 sesudah perayaan Imlek. Cap Go Meh (Hanzi: 十五暝; Pe̍h-ōe-jīj: Cha̍p-gō͘-mê), juga disebut sebagai Festival Lampion (Hanzi tradisional: 元宵節; Hanzi sederhana: 元宵节; Pinyin: Yuánxiāo jié),
Karena hari ini adalah hari ke 15 penutupan sesudah perayaan Imlek.
Warga di Tiongkok China, merayakan Cap go meh sebagai hari perpisahan sesudah perayaan Imlek, mereka yang berasal dari perantauan akan kembali ke tempat perantauan nya.
Di Tiongkok China dirayakan pawai lampion di malam dan diisi dengan sajian teh, dan kue’ kue dan kue keranjang.
Warga Tionghoa di Indonesia, merayakan Cap go meh, dengan pawai pengarakan Toa Pe Kong, Dewa Dewi yang ada di kelenteng diarak keliling.
Di Pantura Jawa dan Cirebon malam hari disajikan makanan Lontong Cap Go Me isinya Lontong, emping, kari suwiran ayam, kentang dan sambel goreng ati,
Jaman dulu Lontong Cap go meh disajikan hanya hari Cap Go Me, sesudah pengarakan Toa Pe Kong, awal mulanya berasal dari Lasem, Juwana, Pati Semarang Tegal, Pekalongan dan Cirebon. Tetapi kini sudah menyebar ke penjuru Nusantara. Dan dijual di Mall Mall
Kelenteng Tiao Kasih(Dewi Welas Asih) ditampilkan berbagai macam seni budaya. Dihadiri berbagai kalangan di Cirebon, dihadiri Wakil Walikota Cirebon







Comment