NasionalRegional

Bangsawan Berbagi, Wong Cilik Dapat Apa

Bangsawan Berbagi, Wong Cilik Dapat Apa

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Pada pagi ini Kamis (2/7/2026) pukul 10.23 WIB, di angka Rp 17.978 per dollar AS.
Dollar kembali menyentuh angka hampir 18.000,-
Beban hidup wong cilik bertambah dengan naiknya dollar sementara itu Kaum Bangsawan yang duduk di kursi yang empuk ruangan ber-AC hidup dalam kenyamanan kekuasaan, dengan gaji yang besar fasilitas mewah tidak merasakan beban dalam kehidupan.

Ketidak nyamanan Kaum bangsawan hanya dirasakan ketika ada yang berdemo, tetapi nyaris suara yang berdemo tidak menembus dinding dinding ruangan penguasa, karena ruangan bangsawan dan kaum elite kekuasaan adalah ruangan kedap suara tidak dapat mendengar suara dari luar ruangan, ketika mereka debat kusir memperebutkan kue kursi kekuasaan tidak akan terdengar diluar.

Wong cilik jika ke mall hanya mampu membeli 2 botol minuman dan satu potong roti, satu mangkok makanan dibagi untuk sejumlah anggota keluarga. Jika wisata mereka hanya pergi ke pinggir pantai dan kaki gunung, gelar tikar dan membawa bekal makanan sendiri dari rumah.

Dalam kisah wayang kita dapat melihat kisah Kurawa dengan Sangkuni penasehat nya hidup nyaman dalam kursi kekuasaan dan ruangan kedap suara yang ber AC. Mereka hanya sibuk memperebutkan jatah kue proyek dan kursi yang empuk.

Padahal diluar sana Wong Cilik sudah mandi keringat, mereka sudah loyo.
Suara wong cilik sudah habis karena berkali kali mereka teriak meminta keadilan.
Juli sampai Nopember akan menjadi bulan tersulit karena geopolitik dan cuaca.

Di Eropa dan Timur Tengah udara panas melanda mereka. Hal ini akan mengurangi produktifitas mereka karena udara panas dan perang.

Wong cilik hanya berharap Langit masih terbuka mendengar suara mereka.
Ada lagi mantan penguasa keliling Konoha hanya untuk pamer cari dukungan bukannya untuk mendengarkan suara rintihan wong cilik. Mantan penguasa mengadakan ritual untuk memastikan bahwa dia memiliki kekuatan dan kekuasaan

Wong cilik semakin frustasi apakah ada telinga yang mendengar rintihan dan jeritan tangis mereka.
Mereka hanya berdoa dan berharap badai cepat berlalu.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *