Parlementaria

Tangis Warga Karanganyar Cililin Pecah di Depan Tati Supriati Irwan, Kami Lelah Terjungkal di Jalan Rusak !

Kabupaten Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.- Kedatangan Tati Supriati Irwan, S.Sos. ke Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, menorehkan catatan bersejarah bagi warga setempat karena menjadi momen pertama kalinya seorang Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menginjakkan kaki secara langsung di desa tersebut. Hal ini memicu apresiasi yang luar biasa dari Kepala Desa beserta seluruh elemen masyarakat.

Pecah Telur Kehadiran Pejabat Provinsi, Kepala Desa dan tokoh masyarakat mengungkapkan rasa haru sekaligus bangga karena selama ini Desa Karanganyar belum pernah dikunjungi oleh wakil rakyat dari tingkat Provinsi Jawa Barat. Kehadiran Tati Supriati mematahkan rasa “terisolasi” secara politik yang dirasakan warga selama ini.

Apresiasi dari Kepala Desa, Kepala Desa Karanganyar secara terbuka menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Tati Supriati untuk turun langsung ke lapangan. Bagi pihak desa, kunjungan ini membuktikan adanya kepedulian nyata dari wakil rakyat terhadap wilayah pelosok yang terbelah Waduk Saguling.

Wadah Mengadu yang Tersumbat Kini Terbuka, Warga sangat mengapresiasi karena mereka akhirnya memiliki kesempatan langka untuk bertatap muka langsung, menyampaikan keluhan (khususnya soal trauma kecelakaan di jalan rusak dan keterbatasan jembatan), tanpa harus melalui birokrasi yang berbelit-belit.

Harapan Baru Pembangunan, Kehadiran legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menumbuhkan optimisme baru bagi warga bahwa usulan perbaikan infrastruktur jalan desa mereka tidak lagi sekadar menjadi tumpukan berkas proposal, melainkan akan dikawal langsung di tingkat anggaran provinsi.

Sungguh memprihatinkan kondisi insfrastruktur jalan di Desa Karanganyar Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung Barat.

Secara umum, kondisi jalan di Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, masih menghadapi tantangan aksesibilitas yang cukup berat dengan kondisi infrastruktur jalan yang sebagian besar belum merata dan sebagian mengalami kerusakan.

Sebagaimana wilayah Cililin selatan lainnya, beberapa titik jalan penghubung antar-desa atau dusun di Karanganyar masih berupa jalan aspal lama yang mengelupas, berbatu, bahkan berupa tanah yang licin saat musim hujan.

Karena wilayahnya terpisah oleh perairan, akses utama warga untuk memotong jalur transportasi darat yang memutar jauh sangat bergantung pada infrastruktur penyeberangan. Warga memanfaatkan Jembatan Gantung Cicadas serta jembatan kayu/apung swadaya seperti Jembatan Bucin yang hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor

Kontur tanah perbukitan di kawasan Bandung Barat membuat beberapa akses jalan darat di sekitar desa ini rawan longsor atau amblas ketika terjadi curah hujan tinggi.

Hingga kini jalan desa sepanjang lebih kurang 15 kilometer belum tersentuh perbaikan. Keterbatasan anggaran desa serta regulasi yang ketat menjadi kendala dalam upaya perbaikan infrastruktur tersebut.

Wilayah Desa Karanganyar memiliki luas sekitar 458 hektare dan terbelah menjadi dua bagian akibat adanya genangan air. Kondisi semakin menyulitkan mobilitas warga.Sementara itu, Alokasi Dana Desa yang diterima harus dibagi untuk kebutuhan prioritas, sehingga pembangunan jalan desa tersebut belum terealisasi.

Dampak kerusakan jalan tersebut dirasakan di berbagai sektor, jarak tempuh dari kantor desa menuju pusat pemerintahan Kecamatan Cililin yang mencapai sekitar 18 kilometer  tidak dapat dilalui secara optimal, termasuk dalam kondisi darurat Ketika warga membutuhkan akses layanan Kesehatan, meskipun memiliki fasilitas ambulans tersedia. Dari sisi ekonomi biaya transportasi sangat mahal.

Yang terdampak kerusakan jalan yakni, para petani jagung.Kita ketahui Desa Karanganyar dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung di Kabupaten Bandung Barat.

Harapan Tati Supriati Irwan,  saat mendengarkan keluhan langsung mengenai kondisi jalan rusak di Desa Karanganyar, Kecamatan Cililin adalah agar segera dilakukan perbaikan jalan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

Harapan tersebut mencuat saat beliau melaksanakan agenda kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Desa Karanganyar Kecamatan Cililin beberapa waktu lalu .Dalam sesi tanya jawab, para tokoh masyarakat, mahasiswa, serta anggota BPD terpilih menyampaikan keluhan nyata mengenai infrastruktur.

Bahkan, terdapat aspirasi dari peserta yang menceritakan pengalaman buruk pernah terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak di desa tersebut.

Menanggapi keluhan dari warga Desa Karanganyar tersebut, poin-poin yang menjadi perhatian dan harapan bersama adalah:

Perhatian Serius Pemerintah,  Persoalan jalan rusak ini diharapkan menjadi prioritas dan perhatian utama bagi jajaran Pemerintah Daerah terkait agar tidak terus diabaikan.

Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan, Perbaikan diharapkan segera terealisasi untuk meminimalkan risiko kecelakaan (seperti warga yang terjatuh) serta mendukung aspek keselamatan transportasi harian warga.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Golkar Tati Supriati Irwan Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barat)  memberikan komentar dan atensi yang sangat serius terkait infrastruktur darurat di Desa Karanganyar.

 

Secara garis besar, berikut adalah poin-poin komentar, keprihatinan, dan langkah yang ditegaskan oleh Tati Supriati setelah menerima langsung laporan mengenai kondisi jalan rusak serta akses jembatan gantung/apung darurat di desa tersebut:

Prihatin Atas Keselamatan Warga (Faktor Trauma)

Tati Supriati mengaku sangat prihatin, terutama setelah mendengar testimoni langsung dari tokoh masyarakat dan mahasiswa setempat mengenai adanya warga yang pernah

terjatuh dan mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak parah. Bagi beliau, infrastruktur yang buruk bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan sudah mengancam keselamatan jiwa masyarakat yang melintas setiap hari.

Infrastruktur Adalah Kunci Ekonomi dan Pendidikan

Beliau mengomentari bahwa akses mobilitas yang terhambat akibat jalan rusak dan ketergantungan pada jembatan darurat (seperti akses penyeberangan di atas Waduk Saguling) berdampak langsung pada roda ekonomi desa serta menyulitkan anak-anak

yang harus pergi sekolah. Tati menegaskan bahwa warga desa memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas jalan yang layak dan aman.

Mendesak Pemerintah Daerah untuk Cepat Tanggap

Sebagai wakil rakyat dari Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barat), Tati Supriati menyatakan bahwa persoalan infrastruktur darurat ini harus menjadi prioritas utama dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat serta dinas terkait untuk tidak menutup mata. Beliau meminta agar anggaran perbaikan segera dialokasikan untuk pemeliharaan jalan serta penguatan akses penyeberangan jembatan

Berkomitmen Mengawal Aspirasi ke Tingkat Provinsi

Tati menegaskan bahwa fungsi kehadirannya ke desa-desa di Cililin adalah untuk menjemput masalah nyata di lapangan. Beliau berkomitmen untuk membawa, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi perbaikan jalan serta infrastruktur penghubung Desa Karanganyar ini ke tingkat dokumen perencanaan dan anggaran, baik melalui koordinasi dengan Pemkab Bandung Barat maupun melalui bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (die)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *