Turun Langsung di Gerakan Leuweung Hejo, Tati Supriati Irwan Tekankan Pentingnya Pemulihan Lahan Kritis.
Bandung Barat. Swara Jabbar News Com.-Tati Supriati Irwan, S.Sos, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Golkar menghadiri kegiataan Gerakan Leuweung Hejo untuk Pelestarian Hutan dan Lingkungan yang diselenggarakan Oleh Dinnas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bertempat di Blok Cilumber Desa Cibogo Kabupaten Bnadung Barat. Jum’at 17 Juli 2026.
Kegiataan ini dilaksanakan dalam rangka Pengendalian Pemanfaatan Lahan Pada Kawasan Dengan Kemiringan Lereng Curam, sebagai upaya pengurangan Resiko Bencana Berbasis Konservasi Tanah dan Air pada lahan dengan kemiringan curam melalui Penanaman Pohon Sabuk Vegetasi.

Dalam sambutannya Legislator Partai Golkar Tati Supriati Irwan dari Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barat) mengatakan Saya atas nama Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kehutanan dan seluruh lapisan masyarakat yang konsisten menjaga alam Jawa Barat. Gerakan ini bukan sekadar seremonial menanam pohon lalu ditinggalkan. Esensi dari Leuweung Hejo adalah komitmen berkelanjutan: kita menanam hari ini, kita rawat esok hari, agar anak cucu kita bisa memanen udara bersih dan air melimpah di masa depan.
Kami di DPRD Jabar terus berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran agar program pemulihan lahan kritis serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan tetap menjadi prioritas utama. Kita ingin hutan kita kembali hejo (hijau), tetapi perut masyarakatnya juga ngejo (tercukupi kebutuhannya). Melalui sinergi penanaman pohon dan dan program seperti Pasar Pasisian Leuweung, kita buktikan bahwa kelestarian lingkungan dan kesejahteraan ekonomi bisa berjalan berdampingan.

Saya atas nama Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kehutanan dan seluruh lapisan masyarakat yang konsisten menjaga alam Jawa Barat. Gerakan ini bukan sekadar seremonial menanam pohon lalu ditinggalkan. Esensi dari Leuweung Hejo adalah komitmen berkelanjutan: kita menanam hari ini, kita rawat esok hari, agar anak cucu kita bisa memanen udara bersih dan air melimpah di masa depan.
Kami di DPRD Jabar terus berkomitmen mengawal kebijakan dan anggaran agar program pemulihan lahan kritis serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan tetap menjadi prioritas utama. Kita ingin hutan kita kembali hejo (hijau), tetapi perut masyarakatnya juga ngejo (tercukupi kebutuhannya). Melalui sinergi penanaman pohon dan program seperti Pasar Pasisian Leuweung, kita buktikan bahwa kelestarian lingkungan dan kesejahteraan ekonomi bisa berjalan berdampingan.
Mari kita sukseskan Gerakan Leuweung Hejo ini. Satu pohon yang kita tanam hari ini adalah nafas kehidupan bagi masa depan Jawa Barat ungkap Tati Supriat Irwan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jaw Barat Dodit Ardian Pancapana menuturkan Dengan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bersama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap Gerakan Leuweung Hejo dapat menjadi gerakan sosial ekologis yang menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.
Gerakan Leuweung Hejo, yang ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Gerakan ini merupakan bentuk ajakan kolaboratif bagi seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintahan, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta komunitas lingkungan untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan penghijauan dan perawatan kawasan hutan serta ruang terbuka hijau di Jawa Barat.
Kegiataan ini dihadiri para penyuluh hutan, para tokoh masyarakat, serta seluruh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pegiat lingkungan, unsur TNI dan Polisi. (AP)
