Parlementaria

Prof Dr Rokhmin Dahuri Mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Cirebon

Prof Dr Rokhmin Dahuri Mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Cirebon

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Prof Dr Rokhmin Dahuri Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP dari Dapil Jawa Barat VIII menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP di Kota Cirebon telah memasuki tahap awal pelaksanaan.

Pada tahun 2026 Prof Dr Rokhmin Dahuri berhasil mempertahankan dua lokasi pembangunan KNMP di Kota Cirebon yaitu di wilayah Panjunan dan Lemah Wungkuk. Salah satu lokasi yang mulai dikerjakan berasa di kawasan Cangkol, di tandai dengan pelaksanaan pengurugan lahan sebagai bagian dari kesiapan pembangunan kawasan.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program pemerintah pusat melalui kementerian Kelautan dan Perikanan yang dilaksanakan bersama  Komisi IV DPR RI dan lahir dari aspirasi masyarakat nelayan. Program ini dirancang untuk memperbaiki sarana pendukung usaha perikanan, meningkatkan produktifitas, memperkuat penanganan hasil tangkapan dan mendorong peningkatan nilai tambah produk perikanan.

Prof Dr Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa keberadaan KNMP harus memberikan manfaat nyata bagi nelayan di Panjunan, Lemah Wungkuk, Cangkol dan  Wilayah Pesisir kota Cirebon lainnya. Prof Dr Rokhmin Dahuri berharap Program tersebut tidak boleh berhenti sebagai pembangunan kawasan atau fasilitas fisik, tetapi harus benar benar meningkatkan hasil tangkapan, kualitas ikan, efesiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini saya berhasil mempertahankan dua lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Cirebon yaitu di Lemah Wungkuk dan Panjunan. Mudah mudahan keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil tangkapan, mengolah ikan agar memiliki nilai tambah lebih tinggi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan nelayan”Kata Prof Rokhmin Dahuri

Lebih lanjut Prof Dr Rokhmin Dahuri mengharapkan nelayan tidak boleh terus ditempatkan hanya sebagai penangkap ikan dan pemasok bahan baku dengan nilai ekonomi yang rendah, nelayan harus di dorong menjadi pelaku utama dalam rantai usaha perikanan, mulai dari produksi, penanganan hasil tangkapan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan hingga penasaran.

Selama ini, sebagian nelayan masih menjual hasil tangkapan nya dalam bentuk segar tanpa pengolahan yang memadai. Ketika hasil tangkapan melimpah, harga ikan dapat turun karena keterbatasan fasilitas penyimpanan, pengolahan, jaringan distribusi dan akses pasar. Akibatnya besarnya hasil tangkapan belum selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan nelayan.

Karena itu pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus dilengkapi dengan ekosistem usaha perikanan dari hulu hingga hilir. Kawasan tersebut perlu memiliki sarana pendaratan ikan yang memadai, tempat pelelangan ikan, pabrik es, cold storage, ruang pengolahan, fasilitas sanitasi, air bersih, pengelolaan limbah, sarana pemasaran, serta dukungan transportasi dan rantai dingin.

Pada sisi produksi, nelayan juga harus memperoleh akses terhadap teknologi penangkapan ikan yang produktif, efesiensi aman dan ramah lingkungan. Dukungan tersebut perlu mencakup alat tangkap yang sesuai, mesin kapal yang hemat bahan bakar, informasi daerah penangkapan ikan, prakiraan cuaca, perangkat keselamatan, serta pelatihan penggunaan tekhnologi.

Dengan teknologi yang lebih baik, nelayan dapat mengurangi biaya operasional meningkatkan keselamatan pelayaran memperbaiki kualitas hasil tangkapan serta menekan resiko kerusakan sumber daya ikan dan ekosistem laut.

Prof Dr Rokhmin Dahuri juga menekankan pentingnya pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan nilai tambah, ikan tidak hanya dijual dalam bentuk segar tetapi dapat dikembangkan menjadi produk beku fillet, abon bakso ikan, krupuk, produk siap masak, makanan olahan dan berbagai produk turunan lainnya yang memiliki daya simpan Serta harga jual lebih tinggi.

Pengembangan produk tersebut harus disertai dengan peningkatan keterampilan masyarakat, standarisasi mutu, pengemasan yang baik , sertifikasi, perizinan usaha, promosi, pemasaran digital serta akses menuju pasar modern, hotel, restoran, katering dan industri pengolahan.

Prof Dr Rokhmin Dahuri juga mendorong Kampung Nelayan Merah Putih harus memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, koperasi kelompok usaha bersama dan kelembagaan nelayan harus dikelola secara professional, transparan dan akuntabel agar mampu mengelola fasilitas, membeli sarana produksi secara kolektif, memperkuat posisi tawar serta menjalin kemitraan dengan pembeli dan dunia usaha.

Prof Dr Rokhmin Dahuri mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan, pengelolaan hingga pengawasan. Jadikan Nelayan harus menjadi subjek utama program bukan sebagai obyek, bukan hanya penerima fasilitas sesudah pembangunan sarana selesai.

Aspirasi masyarakat Cangkol menunjukkan pentingnya kehadiran wakil rakyat yang harus turun langsung ke lapangan bukan hanya mendengar laporan team sukses nya.

Aspirasi mengenai kebutuhan Kebutuhan Kampung Nelayan sebelumnya telah disampaikan masyarakat tetapi belum memperoleh tindak lanjut yang memadai.melalui kunjungan langsung dan pengawalan di komisi IV DPR RI, aspirasi tersebut akhirnya dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *