Kapolres Kediri Buka Pilot Project Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa

 

Kediri.Swara Jabbar News Com.-Pilot Project Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa resmi dibuka oleh AKBP Bramastyo Priaji, Kapolres Kediri, pada Minggu (25/01/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, perwakilan dinas terkait, tokoh masyarakat, akademisi, serta unsur kepolisian dari Polres Kediri.

Dalam sambutannya, Kapolres Kediri menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya pendidikan karakter berbasis kebangsaan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari Polres Kediri berkesempatan hadir untuk membuka kegiatan BINLAT Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Pondok Jati Diri Bangsa yang telah menggagas program ini dengan niat mulia, yakni mempersiapkan generasi muda yang memiliki cita-cita baik dan karakter kuat, khususnya di Kabupaten Kediri,” ujar AKBP Bramastyo Priaji.

Ia menambahkan, pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi muda agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak, berwawasan kebangsaan, dan cinta tanah air.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan perwakilan siswa dari SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Kediri.

Ketua Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara, R.M. Suhardono, S.E., mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan lintas sektor yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Kediri yang telah berkenan membuka kegiatan ini, juga kepada Pemerintah Kabupaten Kediri melalui dinas-dinas terkait, Bakesbangpol, Dinas Pendidikan, serta DPRD Kabupaten Kediri. Pendidikan karakter harus dilakukan secara gotong royong dan kolaboratif demi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari kontribusi nyata daerah dalam mendukung visi nasional, khususnya Asta Cita Presiden dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Rangkaian kegiatan BINLAT berlangsung satu hari penuh, dari pagi hingga sore hari, dan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno dan Pondok Jati Diri Bangsa. Materi pelatihan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yaitu spiritual, intelektual, dan kultural.

Ketua Pilot Project BINLAT Laboratorium Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa, Kushartono, menjelaskan bahwa kurikulum dan materi kegiatan disusun melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami berkolaborasi dengan berbagai lembaga dan komunitas, termasuk Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa yang telah memiliki sertifikasi BNSP, serta Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia,” jelasnya.

Prosesi kegiatan diawali dengan Commitment Building, yakni membangun komitmen diri melalui perjanjian batin agar peserta siap membuka hati dan pikiran sebelum mengikuti pelatihan. Selanjutnya, peserta menjalani laku lampah, berjalan tanpa alas kaki sejauh 100 meter sebagai bagian dari pembentukan kesadaran diri.

Peserta kemudian mengikuti pre-test, menghafal sandi untuk memasuki Gerbang Gapura Nuswantara Majapahit, serta menerima pembelajaran di kelas yang mencakup materi sejarah, wawasan kebangsaan, jati diri bangsa, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi melalui metode video, diskusi, dan role play.

Pada tahap akhir, peserta diajak napak tilas sejarah Presiden Soekarno dengan metode storytelling, wisata bisu, dan refleksi.

Salah satu peserta, Mutiara Zahra Wahdania dari SMA Dharma Wanita 1 Pare, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga.

“Saya menikmati kegiatan ini dari awal sampai akhir. Ternyata sangat penting mengenal jati diri sendiri dan jati diri bangsa. Kalau kita tidak mengenalnya, kita akan mudah diremehkan. Jangan malu dengan masa lalu, mari melangkah dengan semangat baru,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Almayra Hayyu Azzahra dari SMAN 1 Grogol. Ia berharap kegiatan BINLAT karakter dapat terus dikembangkan agar semakin banyak generasi muda yang merasakan manfaatnya.

“Saya mendapatkan banyak pengalaman baru, kebersamaan, serta pemahaman sejarah perjuangan bangsa. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar,” ujarnya.*

Comment