Tak Halangi Jarak, Tati Supriati Irwan Bakar Semangat Demokrasi Siswa MA Ishlahul Aqidah di Pelosok Cikalong.
Kabupaten Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.-Di balik rindangnya perbukitan dan jauhnya jarak geografis, riuh semangat kebangsaan bergemuruh di MA Ishlahul Aqidah, sebuah madrasah yang terletak di Desa Puteran pelosok Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat. Kehadiran Tati Supriati Irwan, S.Sos., anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar Dapil jabar III (Kabupaten Bandung Barat) mendadak mengubah suasana sekolah yang tenang menjadi sebuah laboratorium politik yang hidup dan penuh energi positif.

Tati Supriati Irwan dalam sambutannya menuturkan Ibu sangat bahagia bisa menembus jarak untuk hadir langsung di sini. Ibu ingin memastikan bahwa anak-anakku di MA Ishlahul Aqidah memiliki pemahaman dan kesempatan yang sama hebatnya dengan remaja di kota besar dalam mengawal masa depan bangsa.
Anak-anakku sekalian, politik dan demokrasi itu bukan hal yang jauh atau menakutkan. Demokrasi adalah tentang masa depan kalian. Sebentar lagi kalian akan menjadi pemilih pemula. Ingat, satu suara kalian dari pelosok Cikalong ini memiliki kekuatan yang sama besar untuk menentukan arah kemajuan daerah kita, Kabupaten Bandung Barat.
Oleh karena itu, Ibu berpesan:Jadilah pemilih yang cerdas. Jangan mudah termakan hoaks di media sosial. Saring sebelum sharing. Jangan golput. Masa depan daerah ini ada di tangan generasi Z seperti kalian yang peduli.dan Beranilah bermimpi dan bersuara. Madrasah ini adalah tempat kalian belajar memimpin.
Hari ini, mari kita berdiskusi santai. Sampaikan apa saja yang menjadi aspirasi, unek-unek, atau harapan kalian untuk sekolah dan daerah kita. Ibu hadir di sini untuk mendengar langsung suara kalian.
Terima kasih atas sambutan hangatnya yang luar biasa. Tetap semangat belajar, tunjukkan bahwa anak madrasah di pelosok Cikalong bisa memimpin bangsa! ungkap Tati Supriati irwan.

Dalam dialog interaktif di MA Ishlahul Aqidah, siswa mengajukan pertanyaan kenapa sekarang banyak yang memilih pemimpin berdasarkan popularitas dan tidak mau memeriksa rekam jejaknya sebelum memilih, dan tujuan kegiataan DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi untuk apa.
Menembus Batas Jarak Demi Generasi Z
Membuktikan komitmen nyata: Jauhnya akses menuju pelosok Cikalong tidak menjadi penghalang bagi legislator perwakilan Dapil III KBB ini untuk hadir langsung di tengah-tengah siswa madrasah.
Membawa misi kesetaraan: Kehadiran beliau menegaskan bahwa anak-anak di wilayah pelosok memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan edukasi politik berkualitas seperti remaja di perkotaan.
Membakar Semangat dan Mengikis Sikap Apatis
Menghidupkan ruang kelas: Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan penuh humor khas emak-emak yang hangat, Tati Supriati berhasil memecah kekakuan materi demokrasi yang biasanya dianggap berat dan membosankan.
Menyadarkan peran pemilih pemula: Beliau menekankan bahwa satu suara dari pelosok Cikalong memiliki kekuatan besar yang sama dalam menentukan arah masa depan bangsa pada kontestasi politik.

Mengajarkan Keberanian Berpendapat
Mendorong siswa kritis: Forum ini dirancang dua arah, di mana para pelajar MA Ishlahul Aqidah diajak untuk berani berdiri, berbicara di depan umum, dan menyampaikan pandangan mereka tanpa rasa takut.
Menyaring arus informasi: Di tengah gempuran media sosial, Tati Supriati membekali para siswa cara menjadi netizen yang cerdas dengan tidak mudah percaya pada berita bohong (hoaks) politik dan ujaran kebencian.
Momen Hangat Mendengar Aspirasi
Mendengar curhatan pelosok: Sesi dialog dimanfaatkan oleh para siswa dan guru untuk menyampaikan dinamika pendidikan di daerah, mulai dari harapan peningkatan fasilitas belajar hingga akses beasiswa penunjang prestasi.
Kesan mendalam: Kegiatan ditutup dengan foto bersama, jabat tangan hangat, dan tawa ceria para siswa yang kini pulang membawa perspektif baru: bahwa politik bukan sekadar pemilu,melainkan tentang kepedulian terhadapĀ kemajuan daerah mereka sendiri. (die)
