Tia Fitriani Serap Aspirasi Warga Cibiru Hilir Terkait Efisiensi Anggaran dan Infrastruktur.

Kabupaten Bandung.Swara Jabbar News Com.-Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi NasDem, Dra. Hj. Tia Fitriani, menggelar Reses II Tahun Sidang 2025–2026 di Desa Cibiru Hilir, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (24/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Cibiru Hilir Dadang Silahudin, S.IP., Babinsa Cibiru Hilir, para Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Karang Taruna, kader PKK dan Posyandu, serta warga setempat.

Kepala Desa Cibiru Hilir, Dadang Silahudin, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan legislator dari daerah pemilihan tersebut. Ia menyebut kehadiran Tia Fitriani sebagai bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat desa.

“Kedatangan Ibu anggota DPRD merupakan anugerah bagi desa kami. Mudah-mudahan melalui silaturahmi ini membawa berkah dan kebaikan bagi Desa Cibiru Hilir,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Tia Fitriani menegaskan bahwa setiap kunjungan reses selalu diprioritaskan ke lokasi yang langsung mengundangnya. Menurutnya, komunikasi dua arah dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Setiap saya melakukan kunjungan, saya selalu memprioritaskan tempat di mana masyarakatnya langsung mengundang. Saya pasti datang untuk menyapa dan mendengarkan aspirasi,” kata Tia.

Dalam dialog bersama warga, sejumlah keluhan mencuat, terutama terkait pemangkasan anggaran kegiatan di tingkat desa. Tia mengungkapkan, persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Cibiru Hilir, tetapi juga dirasakan oleh desa-desa lain di berbagai wilayah Jawa Barat.

“Rata-rata keluhannya hampir sama, yakni banyaknya anggaran kegiatan yang dipotong. Banyak desa kesulitan menjalankan program yang sudah direncanakan karena adanya perubahan kebijakan dan pemotongan anggaran,” jelasnya.

Ia juga menyinggung sembilan program unggulan Gubernur Jawa Barat, salah satunya di bidang infrastruktur. Program tersebut mencakup pembangunan jalan hingga pelosok desa dan permukiman perkotaan, pembangunan jaringan irigasi di wilayah pertanian, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi pertanian organik berbasis konektivitas kehutanan, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Namun demikian, menurut Tia, pelaksanaan program-program tersebut hingga kini belum sepenuhnya terealisasi di lapangan.

“Program apa pun itu, mari kita kawal bersama agar benar-benar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Melalui kegiatan reses ini, Tia berharap aspirasi masyarakat Desa Cibiru Hilir dapat diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Provinsi Jawa Barat, sehingga pembangunan yang direncanakan dapat berjalan lebih optimal dan merata.*

 

Comment