Efektifkah Liburan Panjang Bagi Dunia Wisata 

Efektifkah Liburan Panjang Bagi Dunia Wisata

Oleh Jeremy Huang Wijaya.

 

Di bulan Maret ini ada banyak hari libur.

Sehingga memiliki harapan untuk dapat menaikkan dunia wisata.

Tetapi saat ini yang terjadi adalah daya beli semakin turun.

Apalagi serangan Israel AS ke Iran Pasti akan membawa dampak bagi dunia perdagangan

“Sebanyak 17 penerbangan rute Timur Tengah dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta dibatalkan, imbas konflik Iran.

 

Asisten Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta Aziz Fahmi Harahap mengatakan, secara keseluruhan ada sebanyak 39 penerbangan rute Timur Tengah yang terjadwal pada hari ini, Minggu (1/3/2026).

Dennis Firmansyah Komisaris Multi finance Aditama berpendapat bahwa Libur panjang disaat daya beli turun kurang efektif dalam menaikkan dunia wisata, karena mereka hanya menggunakan 1-2 hari libur selebihnya mereka diam di rumah dan bekerja di tempat lain.

Sucipto Chandra pemilik rumah makan di Cirebon juga mengeluhkan sepinya pengunjung yang makan di tempatnya, karena daya beli yang semakin turun. Libur long weekend tidak menolong dalam menaikkan jumlah pengunjung di rumah makan miliknya.

Yang dibutuhkan pengusaha rumah Makan, hotel dan tempat wisata adalah pengurangan pajak dan pungutan, bukannya libur panjang. Pengusaha lebih membutuhkan hilang nya Toxic Toxic berupa pungutan liar oleh oknum oknum.

Saat ini meskipun pemerintah menetapkan hari libur panjang, tetapi karyawan dan buruh lebih suka untuk masuk kerja daripada di Potong uang gaji karena banyaknya hari libur. Perusahaan sekarang tidak mau rugi jika banyak nya hari libur gaji karyawan juga dipotong. Dan banyak perusahaan menetapkan untuk tetap kerja di hari libur dengan imbalan bonus bagi karyawan yang tetap kerja di hari libur.

Libur panjang mengurangi produktifitas perusahaan, apalagi yang memproduksi kebutuhan sehari-hari, hilangnya penghasilan mereka

Comment