Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat melaksanakan acara Sosialisasi Pemberantasan Radikalisme di Kalangan Generasi Muda dengan tema besar “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI”.berlangsung di Kabupaten Bandung Barat.Jum’at (10/4/2026).
Tujuan utama kegiataan ini yaitu Membentengi generasi muda agar memiliki filter yang kuat terhadap paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme, terutama di era digital.
Acara bertema “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” ini juga melibatkan unsur pemerintah daerah lainnya seperti perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat untuk memperkuat kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menjaga kondusivita.
Peserta Pelajar, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan yang dipandang sebagai motor penggerak persatuan bangsa untuk visi Indonesia Emas 2045
Tati Supriati Irwan, S.Sos.Hadir sebagai narasumber dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Ia memberikan pandangan dari sisi kebijakan legislatif dan motivasi ideologis bagi pemuda. Serta Weda Wardiman, S.STP., M.Si.Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat. Ia memaparkan materi teknis terkait penguatan ketahanan bangsa dan strategi pencegahan radikalisme di wilayah lokal.
Dalam acara tersebut, Tati Supriati Irwan hadir dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.Kehadirannya berfungsi sebagai:
Narasumber/Pembicara: Memberikan arahan dan motivasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga ideologi bangsa.
Representasi Legislatif: Menunjukkan dukungan kebijakan dan pengawasan dari DPRD Jawa Barat terhadap program-program pemberantasan radikalisme yang dijalankan pemerintah daerah (Bakesbangpol).
Tokoh Masyarakat: Menjalin komunikasi langsung dengan konstituennya di wilayah Kabupaten Bandung Barat (Dapil III) untuk memastikan pesan persatuan sampai ke tingkat akar rumput.
Dalam kegiatan tersebut, Tati Supriati Irwan menyampaikan pesan-pesan utama yang berfokus pada perlindungan generasi muda dan masa depan bangsa:
Membentengi Generasi Muda: Ia menekankan pentingnya membekali anak muda dengan pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh paham radikal yang dapat merusak tatanan sosial dan ideologi negara.
Visi Indonesia Emas 2045: Beliau menyatakan bahwa upaya pemberantasan radikalisme adalah langkah krusial untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Peran Nilai Kebangsaan: Ia mengajak para pemuda untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal sebagai filter terhadap ajaran-ajaran ekstremisme yang sering tersebar melalui media digital maupun lingkungan sekitar
Keamanan Digital: Edukasi mengenai pencegahan radikalisasi online, perlindungan privasi, dan waspada terhadap rekrutmen di komunitas tertutup.
Kearifan Lokal: Menggunakan pendekatan nilai-nilai Sunda seperti Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh sebagai benteng anti-ekstremisme.
Moderasi Beragama: Menanamkan sikap saling menghargai dan harmoni dalam keberagaman. (AP)







Comment