Regional

MENONG, CINDERAMATA KHAS DARI PURWAKARTA

PURWAKARTA.SJN COM.-Purwakarta kabupaten kecil, namun dari masa ke masa ikut mewarnai ke indahan dunia dengan hasil olahan tanah liat, diantaranya grabah dan Cindramata Menong.
Menong memiliki arti perempuan cantik, kulitnya kuning langsat, bibirnya kecil, beralis panjang, dan di kepala terdapat mahkota menyerupai sigar atau mahkota. Sesuai namanya, menong Purwakarta cantik dan lucu. Apalagi, pakaiannya yang didominasi warna hitam dan merah membuat patung kecil ini nampak menggemaskan.

Kerajinan tangan ini tak hanya menjadi kebanggaan warga di Kecamatan Plered, namun secara umum menjadi kebanggaan warga Kabupaten Purwakarta. Biasanya cindramata ini dijual per paket. Satu paket terdiri dari tiga menong dengan berbagai ukuran.

Seperti diketahui, sudah beberapa generasi Plered menghasilkan kerajinan keramik yang luar biasa. Bahkan, produk-produknya kerap diimpor ke mancanegara. Namun, untuk menong tidak hanya dijadikan ikon Plered, tapi juga secara resmi menjadi ikon Kabupaten Purwakarta. Bahkan, dalam perkembangannya, menong dimodifikasi menjadi beberapa bentuk wajah. Di antaranya bisa dilihat di sepanjang jalan masuk Kota Purwakarta dari arah Gerbang Tol Jatiluhur.

Cindramata menong bisa diperoleh di beberapa tempat penjual suvenir. Misalnya, di beberapa toko di Plered atau Galeri Menong. Harganya beragam, tergantung ukuran. Untuk menong cantik dijual per paket, namun ada pula yang dijual satuan dengan harga yang terjangkau.
Sementara itu, berkaitan dengan pengembangan cidramata ini, Pemkab Purwakarta melalui Organisasi Perangkat Derah (OPD) terus mengupayakan langkah-langkah untuk mendorong potensi usaha yang masuk kategori UMKM dengan berbagai program yang sudah disiapkan diantaranya penguatan packaging hingga bantuan usaha.

“Tahun ini sudah dialokasikan melalui dinas perdagangan sudah kita siapkan bantuan usaha UMKM jadi dari mulai yang sudah ada jadi kita dorong packagingnya supaya punya nilai jual lebih,” ujar Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, belum lama ini.
Menurutnya, para pelaku UMKM bisa memanfaatkan galeri menong sebagai etalase pemasaran produk kuliner dan lainnya. Pihaknya juga telah membuat galeri menong ke 2, dimana titiknya berdekatan dengan Taman Air Mancur Sri Baduga (Situ Buleud).

Selain itu, secara bertahap akan di bangun galeri menong lainnya, terutama di wilayah yang memiliki potensi pariwisata. “Nah disitu semua produk purwakarta akan ada. Galeri menong kita siapkan 5 titik secara bertahap di tempat-tempat pariwisata yang akan kita dorong seperti gunung parang, wanayasa, kemudian sukasari. Mudah-mudahan ini bisa menumbuhkan UMKM yang ada di Purwakarta,” ujarnya.

Selain itu, Ambu Anne sapaan akrab bupati purwakarta ini juga memastikan di masa kepemimpinannya, akan terus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat. Salah satunya, dengan membantu pengembangan ekonomi kreatif warganya. “Salah satu cara kami, yakni dengan mendorong sektor UMKM di masyarakat supaya lebih berkembang,” tuturnya.

Menurutnya, sejauh ini denyut perekonomian masyarakatnya melalui UMKM cenderung berkembang. Atas dasar itu, pihaknya pun optimistis sektor UMKM ini akan terus berkembang di masa mendatang. Optimisme ini bukan tanpa alasan. Apalagi, dirinya melihat potensi pasar yang cukup besar. Hal itu, berkaca pada pertumbuhan sektor pariwisata di wilayahnya yang juga mengalami peningkatan. Menurut dia, ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian warganya.

“Peluang pengembangan ekonomi kreatif ini sangat besar. Apalagi kan sektor pariwisata di kita juga sedang tumbuh pesat. Nah, ini yang kami dorong supaya warga bisa menangkap peluang tersebut,” demikian Ambu Anne. (Supriyadi)