Parlementaria

Ketua Fraksi PAN DPRD Kabupaten Bandung H.Eef JS Adakan Reses Di Desa Sukawening

Kab Bandung.Swara Jabbar Com.-Reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, pun Ketua Fraksi PAN H. Eep Jamaludin Sukmana, adalah dalam rangka untuk mendengarkan serta menampung secara langsung aspirasi, keluhan dari masyarakat yang nantinya akan dibawa kedalam rapat dewan sehingga bisa diambil sebuah kesimpulan atau keputusan.

Legislator yang juga sekretaris DPD PAN Kabupaten Bandung ini terkenal dengan jiwa kedermawanannya dan suka menolong warga yang kurang mampu, menggelar reses masa sidang ke II Tahun 2022, bertempat di GOR Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, Rabu (30/3/22).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan reses tersebut merupakan agenda kegiatan anggota legislatif diluar masa sidang untuk menemui konstiuen di dapilnya masing-masing, selain menjaring aspirasi juga melaksanakan fungsi anggota legislatif

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung ini juga berjanji akan berkeliling di dapilnya untuk melihat perkembangan terkini seperti menyangkut kondisi ekonomi dan berbagai capaian pembangunan.

Dalam reses kali ini, H. Eep mendengarkan keluhan dari peserta reses yang berasal dari warga Desa Sukawening tentang sulitnya ekonomi dimasa pandemi seperti ini, bahkan ada peserta reses yang menyampaikan keluhan terkait kelangkaan minyak goreng dan semakin banyaknya pengangguran.

Satu persatu wargapun menyampaikan keluhannya dengan antusias, dan mayoritas semuanya mengeluhkan tentang keadaan perekonomian atau susahnya pemenuhan kebutuhan terutama dimasa PPKM saat ini.

Menanggapi berbagai keluhan dari masyarakat itu, legislator asli dari Desa Sukawening tersebut berjanji akan membantu serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat kedalam rapat dewan.

Ia pun menegaskan terkait masalah kelangkaan minyak goreng, bahwa DPRD Kabupaten Bandung telah mengambil langkah penting mendatangi serta berkunjung ke Kementrian Perdagangan dan Industri di Jakarta beberapa waktu lalu, guna menyampaikan langsung aspirasi masyarakat tersebut.

” Ini memang menjadi topik besar kami di DPRD Kabupaten Bandung. Betul Indonesia produsen minyak sawit, tetapi hendaknya CPO diolah dan diproduksi dalam negeri, sehingga Indonesia tidak kekurangan minyak goreng lagi,” pungkasnya. * (DS)