Arti Ayam Kung Pao Penjaga Istana

Bandung.Swara Jabbar Com.-

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Ada pepatah 从餐桌上团结起来,有办法解决问题
Cóng cānzhuō shàng tuánjié qǐlái, yǒu bànfǎ jiějué wèntí artinya dari meja makan mempersatukan dan ada solusi menyelesaikan masalah
Minggu malam Eni sahabat istri saya mengundang makan saya dan istri makan di D Plate Taman Kopo Indah Bandung. Kami makan ayam kung pao, sapo tahu dan tahu cabe. Selama ini istri saya penggemar ayam kung pao di D Plate Taman Kopo Bandung
Meja makan bagi warga Tionghoa memiliki makna dan arti terdalam. Setiap rumah warga Tionghoa umumnya harus selalu ada meja makan dan dapur. Warga Tionghoa yang kaya dan mampu umumnya jika ada anggota keluarga yang datang atau malam imlek, atau ada kerja sama bisnis sebelum memulai bisnis umumnya mereka bertemu untuk makan bersama sebelum memulai bisnis. Dari meja makan tercapai kesepakatan kerja sama bisnis. Dan ada solusi menyelesaikan masalah.
Hidangan yang di sajikan di meja makan umumnya mie, sohun atau bihun melambangkan panjang umur, panjang jodoh dan panjang kerja sama bisnis, kemudian ada ikan, umumnya yang disajikan ikan gurame, atau kakap atau bandeng. Hanya satu jenis ikan, kemudian sayurannya kang kung, cap tjay, atau sop asparagus, atau kay lan atau pak coy atau brokoli. Buah buahan sebagai hidangan penutup.
Ayam kung pao berasal dari Sichuan Tiongkok China memiliki arti penjaga istana. Nama “kung pao” sendiri berasal dari julukan Ding Baozhen, yakni “gong bao” alias penjaga istana. Rasa hidangan yang satu ini terbilang cocok dengan lidah masyarakat kita. Rasa dan aroma yang kaya dilengkapi dengan sentuhan pedas yang menggigit menjadikannya populer di negeri ini.
Ayam Kung Pao (tradisional: 宮保雞丁 / 宮爆雞丁; sederhana: 宮保鸡丁 / 宫爆鸡丁; pinyin: gōngbǎo jīdīng / gōngbào jīdīng; juga dieja ayam Kung Po) adalah masakan khas Sichuan, Tiongkok. Nama makanan ini berasal dari nama gelar pejabat Dinasti Qing, Ding Baozhen (1820–1886). Ding merupakan kepala provinsi Shandong, dan kemudian gubernur provinsi Sichuan, dan gelarnya, Gōng Bǎo (宮保), atau penjaga istana, adalah asal nama “Kung Pao”.
Daerah Sichuan terkurung daratan sehingga mereka tidak menggunakan bahan-bahan dari laut. Bahan-bahan yang dimanfaatkan adalah daging hewan ternak, unggas, udang dan ikan air tawar. Bahan-bahan untuk menciptakan rasa yang beraneka ragam berasal dari saus, antara lain kecap asin, cuka, saus taoco, mustar pedas dan garam. Mereka jarang menggunakan satu rasa, kebanyakan adalah menggabungkan 2 jenis bumbu. Bumbu dibuat dari “lima wewangian”, yaitu adas, lada, jintan, kulit manis dan cengkih.Cabai merah dipergunakan sebagai bumbu sejak akhir abad ke-17. Daerah Sichuan mempunyai kelembaban tinggi dan sering hujan. Cabai merah sebagai bahan masakan digunakan dalam banyak masakan panas untuk menghangatkan tubuh.
Di balik popularitasnya yang mendunia, resep ayam kung pao justru tidak lahir dari eksperimen-eksperimen terukur, melainkan dalam suasana terdesak, menurut folklor Sichuan. Buku Origins of Chinese Cuisine (2000) karangan Xu Shitao mendedahkan kisah tersebut.

Syahdan, Ding Baozhen, Gubernur Shandong (1866-1876) baru saja kembali dari perjalanan dinas yang panjang bersama para pengawalnya. Kelelahan dan kelaparan, Ding memerintahkan juru masaknya agar segera menyajikan makan siang.
Celakanya, si juru masak tengah kehabisan bahan. Di dapurnya, ia hanya memiliki dada ayam, kacang, dan cabai kering, selain bumbu-bumbu dasar. Tanpa pikir panjang, ia mencincang dada ayam, lantas dengan naluri kokinya meracik semua bumbu tersebut.
Pada momen kepepet itulah, ayam kung pao pertama dalam sejarah dimasak dan dihidangkan.

Tak dinyana, Ding Baozhen menggemari setengah mati sajian tersebut. Sontak, ia membagikannya kepada para pengawal. Saking puasnya, sang gubernur bertitah bahwa ayam kung pao menjadi sajian utama di rumah gubernur mulai detik itu.
Akibat “penemuan”tersebut, si juru masak turut diboyong ketika Ding dipromosikan menjadi Gubernur Jenderal Sichuan pada 1876. Wilayah Sichuan yang dilimpahi berbagai jenis bahan makanan dan bumbu akhirnya menambah kaya cita rasa ayam kung pao.

Si juru masak berimprovisasi dengan menambahkan saus kacang, gula, sampai buah-buahan seperti nanas dan paprika pada menu ayam kung pao.

Nama “kung pao” sendiri berasal dari julukan Ding Baozhen, yakni “gong bao” alias penjaga istana. Ding memang punya rekam jejak yang begitu disegani.

Ketika masih bertugas di Shandong, Ding berhasil mengatur pertahanan dengan sangat baik. Ketika pretasi itu membawanya ke takhta Gubernur Jenderal Sichuan, ia sukses meredam berbagai pemberontakan.

Paling monumental, Ding berhasil mempertahankan perbatasan barat daya China dari gempuran tentara Inggris yang baru saja menduduki Burma. Atas capaiannya ini, Ding diganjar gelar Bangsawan Pengajar Putra Mahkota dan memperkukuh reputasinya sebagai sang “penjaga istana”.

Usai Ding wafat pada 1886, resep kung pao pun menyebar ke kalangan umum dan tak lagi eksklusif dihidangkan di rumah gubernur saja.
Di Cirebon yang menjual masakan ayam kung pao yaitu Restoran GE Jalan Bahagia Cirebon, Rumah Makan Magna Jalan Bahagia Cirebon, Rumah Makan Jumbo Jalan Siliwangi Cirebon, Rumah Makan Marina Jalan Parujakan Cirebon, Rumah Makan Nelayan jalan Pekarungan Cirebon.


Notice: compact(): Undefined variable: limits in /home/swarajab/domains/swarajabbarnews.com/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 853

Notice: compact(): Undefined variable: groupby in /home/swarajab/domains/swarajabbarnews.com/public_html/wp-includes/class-wp-comment-query.php on line 853

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.