Nasional

Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri Mengusulkan KNMP Jangan Hanya Berisi Fasilitas Darat, Tetapi Harus Membangun Eko Sistem

Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri Mengusulkan KNMP Jangan Hanya Berisi Fasilitas Darat, Tetapi Harus Membangun Eko Sistem

Oleh Jeremy Huang Wijaya

 

Presiden Prabowo Subianto menargetkan harus ada 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang sudah beroperasi sampai dengan akhir tahun 2026.

 

“Kita sudah membangun 100 kampung nelayan merah putih. Target kita akhir tahun lebih dari 1.000 kampung nelayan merah putih harus beroperasi,” katanya dalam dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).

Prof Dr Rokhmin Dahuri Mengusulkan bahwa Program Kampung Nelayan Merah Putih ( KNMP) pada dasarnya merupakan gagasan yang baik sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan namun Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak boleh Hanya diukur dari pembangunan fasilitas darat seperti cold storage, pabrik es, stasiun pengisian BBM Nelayan, tambatan kapal, dan berbagai sarana fisik yang lainnya. Karena tujuan utama Kampung Nelayan Merah Putih adalah meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, program ini harus dirancang secara utuh tepat sasaran dan benar benar menjawab kebutuhan nelayan dari proses produksi hingga pemasaran.

Menurut Prof Rokhmin Dahuri KNMP harus dibangun sebagai ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Program ini perlu mencakup bantuan tekhnologi penangkapan ikan yang produktif, efesien dan ramah lingkungan,  sehingga hasil tangkapan nelayan dapat meningkat tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya ikan dan ekosistem laut. nelayan juga perlu memperoleh dukungan dalam penanganan hasil tangkapan sejak ikan diangkat dari laut hingga tiba di pelabuhan perikanan. Selama ini masih banyak nelayan yang belum membawa es, cold box ataupun memiliki ruang penyimpanan berpendingin diatas kapal sehingga sebagian hasil tangkapan mengalami penurunan mutu, membusuk bahkan terbuang sebelum sampai kepada konsumen.

Selain peningkatan produksi dan kualitas hasil tangkapan, KNMP juga harus menjamin adanya cold storage dan pabrik es, tetapi tidak menyiapkan pembeli offtaker , koperasi atau mitra usaha yang mampu menyerap hasil tangkapan nelayan dengan harga yang menguntungkan dan berkeadilan. Ketika Nelayan mendapatkan ikan, harus sudah tersedia sistem pemasaran yang jelas agar hasil tangkapan dapat segera disalurkan dan tidak menjadi beban baru bagi nelayan.

Tidak kalah penting, setiap KNMP perlu dilengkapi dengan sistem logistik rantai dingin termasuk armada kendaraan berpendingin untuk mengangkut ikan dari sentra produksi menuju pusat pusat konsumsi. Sebagai contoh KNMP di wilayah Cirebon harus mampu mendistribusikan hasil  perikanan ke Bandung Raya, Cimahi dan Lembang dan berbagai daerah lainnya dengan tetap menjaga mutu serta kesegaran ikan . Dengan demikian Kampung Nelayan Merah Putih tidak berhenti sebagai pembangunan fisik tetapi benar benar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi perikanan yang menghubungkan tekhnologi penangkapan, penanganan hasil, penyimpanan, kepastian pembeli, transportasi dan pemasaran. Dan yang lebih terpenting lagi adalah menyiapkan lembaga pengelola KNMP itu sendiri. Jika memang lembaga pengelola itu diserahkan kepada KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) maka pemilihan ketua dan jajaran pengurus harus benar benar dari orang yang capable , profesional dan berintegritas berakhlak mulia, Lebih lanjut KDMP harus dikelola secara professional, mengelola rantai pasok dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.

Program pemerintah yang baik harus dikawal agar tepat sasaran, transparan, bebas dari penyimpangan dan benar benar menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas pendapatan dan kesejahteraan nelayan Indonesia secara berkelanjutan sustainable

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *