Ekonomi

Hubungan dagang Indonesia Tiongkok China

Bandung.Swara Jabbar Com.

Oleh Jeremy Huang Wijaya

Hubungan dagang Indonesia Tiongkok China telah terjalin kira kira sejak awal abad ke 4 Masehi sesudah kedatangan Fai Xian Bhiksu dari India yang terdampar di pulau Jawa waktu itu Fai Xian ikut Rombongan pedagang dari Tiongkok China yang berdagang ke India dalam perjalanan kembali ke Tiongkok. Dari situlah ada hubungan dagang antara para pedagang dari Tiongkok China dengan Kerajaan Tarumanegara.
Dari Situlah hubungan dagang kemudian berkembang harmonis.
Abad ke 8 juga terjadi hubungan dagang dengan Kerajaan Sriwijaya dan abad ke 11 terjadi hubungan dagang Kerajaan di Kediri dan Singosari dengan Kerajaan di Tiongkok China
Kemudian berlanjut kedatangan Laksmana Cheng Ho bersama Rombongannya membuka hubungan dagang dengan Kerajaan Majapahit. Konon katanya jika membaca buku Arus China Islam Jawa karangan HJ De Graaf dituliskan Laksmana Cheng Ho sempat membuka kantor biro dagang nya Di Demak, Semarang, Tuban dan Talang Cirebon berdasarkan buku Catatan Poortman.
Dikutip dari Detikcom Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menemui pengusaha asal China di Indonesia. Pertemuan dengan Kamar Dagang China di Indonesia (CCCI) itu dilakukan dalam acara Laporan Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan China di IndonesiaDalam kesempatan itu, Luhut menyinggung ekonomi dunia yang dilanda tantangan hebat. Namun ia mengatakan ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang mencatatkan pertumbuhan positif.

Menurutnya, capaian itu salah satunya dipengaruhi kerja sama antara Indonesia dan China.

“Ekonominya seperti sekarang ini, itu sebenarnya tidak lepas dari kerja sama antara Tiongkok (China) dan Indonesia. Kita melihat banyak sekali kemajuan-kemajuan selama 8 tahun terakhir ini,” katanya di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2022).

Luhut menambahkan, kerja sama Indonesia-China terjalin cukup konstruktif. Indonesia berhasil mendapat keuntungan dari ini.

“Kerja sama yang kita lakukan yang sangat konstruktif antara Tiongkok dan Indonesia. Dampaknya tadi sudah dijelaskan oleh pak Dubes Lu Kang kan bahwa ini seperti pohon besar yang sudah tumbuh karena kerja sama tadi. Tiongkok dan Indonesia ini sudah memiliki lebih dari 6 dekade sejarah besarama, dan tahun 2013,” jelasnya.

Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang menyampaikan terima kasihnya kepada Luhut. Ia mengatakan Luhut cukup berjasa dalam mendorong kerjasama antara dua negara.

“Perusahaan China dan RI sudah sangat mengakar kuat di bumi Indonesia. Menjadi pohon besar dan menghasilkan buah yang melimpah,” ungkapnya
Luhut menyebut target perdagangan Indonesia-China. Menurutnya defisit perdagangan Indonesia terus berkurang terhadap China dari defisit US$ 17 miliar lalu berkurang jadi US$ 2,5 miliar.

Bahkan tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa surplus US$ 500 juta pada tahun ini kata Luhut.