Parlementaria

Folmer Siswanto M Silalahi Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Cinta Cagar Budaya

Bandung.Swara Jabbar Com.-保护文化遗产建筑尊重祖先
Bǎohù wénhuà yíchǎn jiànzhú zūnzhòng zǔxiān artinya Melestarikan bangunan cagar budaya menghormati leluhur

Banyak yang tidak menghargai bangunan cagar budaya padahal bangunan cagar budaya simpan cerita masa lalu yang tidak akan terulang.

Folmer Siswanto Silalahi Anggota DPRD Kota Bandung disela sela kesibukannya sebagai Anggota DPRD Kota Bandung masih sempatkan waktu untuk mengabadikan keindahan bangunan cagar budaya di kota Bandung. “Selama menjalankan tugas pokok dan fungsi dewan, Folmer mengaku, masih sesekali memotret saat kunjungan kerja maupun memantau kondisi bangunan cagar budaya di Kota Bandung.

Perihal latar profesi arsitekturnya, Folmer mengaku, masih mengisi kesehariannya. “Masih mengerjakan proyek desain arsitektur.”terpikat akan nilai sejarah dan keindahan bangunan cagar budaya. Sebagai arsitek, dia turut memotret bangunan itu, tak hanya menggambar.

Folmer memaparkan, menekuni hobi fotografi arsitektur Fsemenjak kuliah di Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). “Ada tugas kuliah gambar perspektif pada semester II. Tak ingin sebatas membuat gambar perspektif, saya sekalian memotret bangunan cagar budaya dengen memerhatikan komposisi dan sudut pengambilan (angle), tutur Folmer, Kamis, 9 Maret 2023.

Lansekap bangunan cagar budaya kerap menghiasi foto hasil memotret Folmer. Menurut dia, bangunan cagar budaya di tengah suasana perkotaan Kota Bandung begitu indah. Folmer mempelajari fotografi dari sejawatnya semasa kuliah. Pada masa itu, banyak rekannya yang berhobi fotografi.

Menambah pengetahuan dari lingkungan pergaulan kampus, legislator Kota Bandung dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sempat mengikuti kelas semacam kursus fotografi. Namun, waktu kursusnya sebentar saja karena sudah mengalami kesibukan dari aktivitas lain. Rencananya membuka studio foto pun urung terlaksana.

“Sebatas hobi saja, tak sampai berkecimpung sebagai fotografer profesional. Pernah ada keinginan membuka studio foto, tapi urung terlaksana, mengingat harga kelengkapan alatnya yang mahal” ucap Folmer.

Selama menjalankan tugas pokok dan fungsi dewan, Folmer mengaku, masih sesekali memotret saat kunjungan kerja maupun memantau kondisi bangunan cagar budaya di Kota Bandung.

Perihal latar profesi arsitekturnya, Folmer mengaku, masih mengisi kesehariannya. “Masih mengerjakan proyek desain arsitektur pada waktu senggang menjalankan tugas sebagai dewan,” ucap dia.

Folmer lahir di Jakarta, 19 Juli 1970. Folmer lulus kuliah pada 1996. Sebelum ke Kota Bandung, Folmer tinggal di Palembang dan Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Dia di Tanjung Enim saat duduk di bangku SD. Sementara itu, di Palembang sampai menamatkan pendidikan di SMA Xaverius I Palembang. (Jeremy Huang Wijaya)