Tati Supriati Irwan: Hari Buruh Adalah Momentum Memperkuat Ekonomi Rakyat dan Kesejahteraan Pekerja.

Bandung Barat.Swara Jabbar News Com.-Peringatan Hari Buruh (May Day) yang diperingati setiap 1 Mei bagi Tati Supriati Irwan, S.Sos., anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat (Bidang Perekonomian), merupakan momentum strategis untuk memperkuat ekonomi rakyat dan kesejahteraan tenaga kerja di Jawa Barat.
Sebagai anggota legislatif dari Fraksi Partai Golkar dari Dapil Jabar III (Kabupaten Bandung Barta) pandangan dan langkah beliau terkait isu buruh meliputi:
Pemberdayaan Ekonomi dan Daya Saing, Tati menekankan pentingnya pendampingan bagi wirausaha baru dan start-up berbasis teknologi (seperti melalui Cimahi Techno Park) guna meningkatkan daya saing tenaga kerja dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Fokus Komisi II pada Kesejahteraan, Melalui i Komisi II yang membidangi ekonomi, ia berkomitmen mengawal kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk memperjuangkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi para pekerja.
Penguatan Sektor UMKM, Tati memandang UMKM dan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi. Dalam konteks Hari Buruh, penguatan sektor ini menjadi kunci dalam menyediakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Evaluasi Kinerja Pemerintah, Ia aktif melakukan pengawasan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur untuk memastikan capaian pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat, termasuk buruh.
Lebih lanjut, Tati Supriati Irwan mengatakan peringatan Hari Buruh (May Day) adalah momentum krusial untuk menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Jawa Barat, terutama tingginya angka pengangguran yang disebabkan oleh minimnya kompetensi dan keterampilan warga.
Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Tati Supriati Irwan mendorong berbagai hal terkait dengan terkait isu buruh dan tenaga kerja yaitu :
Peningkatan SDM dan Kompetensi, Tati menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan kompetensi agar tenaga kerja lokal siap menghadapi persaingan global dan memaksimalkan potensi bonus demografi.
Akses Pendidikan dan Pelatihan, Beliau mendorong penguatan program-program pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini untuk menekan angka pengangguran di wilayah Jawa Barat.
Perlindungan Hak Buruh, Dalam konteks hukum, ia juga menaruh perhatian pada status perlindungan buruh, seperti yang terlihat dalam kajian mengenai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) pasca pengesahan UU Cipta Kerja.
Literasi dan Budaya Kerja, Sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang maju, Tati juga mendorong pemanfaatan fasilitas publik sebagai pusat literasi budaya untuk memperluas wawasan para pekerja dan masyarakat umum. (AP)
