Parlementaria

Dorong Percepatan Distribusi Vaksin untuk Antisipasi Meluasnya PMK

Bekasi.Swara Jabbar Com.-Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat (DPRD Jabar) Syahrir mendorong pemerintah agar mengantisipasi merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di sejumlah daerah.

Dia berpendapat, salah satunya lewat memasifkan vaksinasi di berbagai kawasan.

“Distribusi vaksin harus dilakukan cepat, masif dan merata ke berbagai kawasan untuk mencegah meluasnya penyebaran virus PMK yang mutasinya sangat cepat.” ujar Syahrir dalam keterangannya, beberapa wwaktu lalu.

“Apalagi di depan lagi ada momentum Iduladha yang mana kebutuhan masyarakat untuk hewan ternak kurban juga meningkat,” tambahnya.

Legislator dari Partai Gerindra ini pun mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Jabar yang mulai melakukan vaksinasi PMK, dimulai dari wilayah Sumedang oleh gubernur.

“Dengan keterbatasan distribusi vaksin, Pemprov Jabar bereaksi cepat, karena jumlah hewan terjangkit akan semakin besar jika lambat dalam menangani masalah ini.” sebutnya.

“Karena jika terlambat, kondisi ini bukan hanya merugikan para peternak di desa-desa, namun juga meresahkan masyarakat yang akan menyembelih hewan kurban. Selain sulit didapat, tingkat kesehatan hewan juga membuat masyarakat cemas. Perayaan Iduladha jadi kurang kondusif,” Syahrir menambahkan.

Untuk itu, dia meminta pemerintah pusat agar memastikan tersedianya vaksin yang memadai untuk segera didistribusikan ke berbagai wilayah dan kota yang belum mendapatkan jatah vaksin, khususnya di wilayah Jabar.

Selain itu, dia juga meminta pemerintah agar memutus rantai penularan PMK pada hewan, seperti mengetatkan mobilisasi hewan ternak yang datang dari luar daerah, serta memastikan hewan yang ada di suatu daerah negatif dari penyakit mulut dan kuku.

Untuk diketahui, target vaksinasi PMK pada minggu ini menyasar 2.000 ekor sapi di lima daerah sentra sapi di Jabar, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sumedang.
“Dan semuanya sangat bergantung kepada ketersediaan vaksin maupun obat untuk cegah meluasnya wabah ini.” pungkasnya. (*)